Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak

Foto Bisnis

Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak

Pradita Utama - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2026 11:00 WIB

Jakarta - Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.Β Lonjakan harga terutama terjadi pada komponen berbasis plastik seperti cetakan sepatu dan sol, yang dalam beberapa bulan terakhir naik hingga sekitar 20 persen.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Kenaikan ini tidak terlepas dari dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi rantai pasok energi dan industri petrokimia global. Sebagai turunan dari minyak bumi, harga plastik ikut terdongkrak seiring meningkatnya ketidakstabilan pasokan.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti nafta, petrokimia, dan polimer turut memperbesar dampak yang dirasakan pelaku usaha dalam negeri. Ketika harga global meningkat, UMKM tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti kenaikan tersebut, meski margin keuntungan mereka relatif terbatas.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Di industri rumahan UMKM Flavio Boston, Cakung, Jakarta Timur, aktivitas produksi masih berjalan seperti biasa. Para perajin tampak telaten menyelesaikan setiap tahapan pembuatan sepatu kulit, mulai dari pemotongan bahan, penjahitan, hingga pemasangan sol. Proses yang mengandalkan keterampilan tangan ini menghasilkan produk dengan kualitas dan karakter khas, meski dikerjakan di ruang produksi yang sederhana.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Meski menghadapi tekanan, para perajin tetap berupaya menjaga kualitas produk agar tetap diminati konsumen. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari efisiensi produksi hingga inovasi desain untuk mempertahankan daya saing di tengah kenaikan harga.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Sebagian pelaku usaha juga mencoba mencari alternatif bahan yang lebih terjangkau, meskipun tidak selalu mampu menggantikan kualitas bahan utama. Upaya ini menjadi langkah bertahan agar produksi tetap berjalan dan tenaga kerja tetap terserap.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Di tengah kondisi yang tidak menentu, pelaku UMKM berharap adanya dukungan dari pemerintah, baik melalui stabilisasi harga bahan baku maupun penguatan industri hulu dalam negeri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi dan daya tahan industri kecil terhadap gejolak global dapat ditingkatkan.

Industri sepatu kulit skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan tekanan akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Kenaikan harga bahan baku yang dipicu gejolak global tersebut memaksa para pelaku usaha melakukan berbagai penyesuaian agar tetap bertahan.

Bagi para perajin, industri sepatu kulit bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga sumber penghidupan dan warisan keterampilan yang terus dijaga. Di tengah tekanan global, mereka tetap berupaya bertahan, menjaga kualitas, dan melanjutkan produksi demi keberlangsungan usaha.

Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Konflik Timur Tengah Hantam Industri Sepatu Kulit, Harga Bahan Baku Melonjak
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads