Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun

Foto Bisnis

Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun

Ari Saputra - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2026 09:05 WIB

Jakarta - Ekonomi sirkular diproyeksikan menyumbang Rp 512,7 kuadriliun bagi ekonomi global lewat efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah.

Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.
Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta,Β kemarin.
Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.
Konsep ekonomi sirkular kian mendapat perhatian sebagai solusi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sistem ini menekankan penggunaan kembali, daur ulang, serta perpanjangan ΨΉΩ…Ψ± pakai produk guna meminimalkan limbah dan mengoptimalkan sumber daya.

Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.

Berdasarkan laporan Circularity Gap Report yang bekerja sama dengan Deloitte, ekonomi sirkular berpotensi memberikan kontribusi ekonomi global hingga lebih dari 25 triliun euro atau setara Rp 512,7 kuadriliun. Nilai tersebut menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan dari sistem produksi dan konsumsi yang lebih efisien.
Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.


Laporan tersebut menyoroti bahwa ekonomi global saat ini masih didominasi model linear, yakni ambil-pakai-buang. Pola ini dinilai tidak lagi berkelanjutan karena mendorong eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan serta meningkatkan volume limbah.
Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.
Sebaliknya, ekonomi sirkular menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dengan menjaga nilai material tetap berada dalam siklus ekonomi selama mungkin. Praktik ini mencakup perbaikan, penggunaan ulang, hingga daur ulang produk agar tidak cepat menjadi sampah.
Para pekerja mengumpulkan perabot kayu jati bekas untuk dipretelin dan dijual ulang di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Kayu jati bekas tersebut dijual Rp 4.500/kg untuk potongan papan kecil dan Rp 7.500/kg untuk potongan papan besar untuk diolah lagi menjadi produk furniture baru. Sistem sirkular ramah lingkungan tersebut telah dilakukan bertahun-tahun. Menurut data terbaru dari Circularity Gap Report bekerja sama dengan Deloitte Belanda, sistem ekonomi sirkular mampu menyelamatkan nilai ekonomi hingga lebih dari 25 triliun Euro (sekitar Rp 512,7 kuadriliun). Laporan tersebut menegaskan bahwa penggunaan sumber daya sirkular dapat membantu meningkatkan produktivitas, ketahanan rantai pasok, serta kesejahteraan manusia dan bumi.
Tidak hanya itu, ekonomi sirkular juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah, manufaktur berkelanjutan, hingga inovasi produk ramah lingkungan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga masyarakat luas.
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Daur Ulang Bernilai Fantastis, Ekonomi Sirkular Bisa Sumbang Rp 512,7 Kuadriliun
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads