Flyover Latumenten Segera Tuntas, Solusi Atasi Macet dan Perlintasan KA

Pekerja menyelesaikan proyek Flyover Latumenten di Jakarta Barat, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Jalan layang ini dibangun di sekitar kawasan Stasiun Grogol, salah satu titik dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi dan kerap mengalami antrean panjang akibat persinggungan langsung antara kendaraan dan kereta api.
Pembangunan flyover sepanjang kurang lebih 380 meter ini menjadi solusi untuk mengatasi perlintasan sebidang yang selama ini dinilai berisiko.
Dengan adanya jalan layang, kendaraan tidak lagi harus berhenti saat kereta melintas, sehingga arus lalu lintas diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.
Selain itu, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp350 miliar ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam mengevaluasi dan menata ulang titik-titik perlintasan kereta api yang masih rawan kecelakaan di ibu kota.
Keberadaan flyover ini juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Jakarta Barat yang dikenal memiliki tingkat kemacetan cukup tinggi.
Jika rampung sesuai target, Flyover Latumenten akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang tidak hanya mendukung kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan menghilangkan potensi konflik antara kendaraan dan kereta api di perlintasan tersebut.
Pekerja menyelesaikan proyek Flyover Latumenten di Jakarta Barat, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Jalan layang ini dibangun di sekitar kawasan Stasiun Grogol, salah satu titik dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi dan kerap mengalami antrean panjang akibat persinggungan langsung antara kendaraan dan kereta api.
Pembangunan flyover sepanjang kurang lebih 380 meter ini menjadi solusi untuk mengatasi perlintasan sebidang yang selama ini dinilai berisiko.
Dengan adanya jalan layang, kendaraan tidak lagi harus berhenti saat kereta melintas, sehingga arus lalu lintas diharapkan menjadi lebih lancar dan aman.
Selain itu, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp350 miliar ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Pemprov DKI Jakarta dalam mengevaluasi dan menata ulang titik-titik perlintasan kereta api yang masih rawan kecelakaan di ibu kota.
Keberadaan flyover ini juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Jakarta Barat yang dikenal memiliki tingkat kemacetan cukup tinggi.
Jika rampung sesuai target, Flyover Latumenten akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang tidak hanya mendukung kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan menghilangkan potensi konflik antara kendaraan dan kereta api di perlintasan tersebut.