Lapak Hewan Kurban Mulai Ramai Jelang Idul Adha

Pekerja memberi makan sapi di lapak penjualan hewan kurban kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Tiga pekan menjelang Idul Adha 2026, lapak-lapak yang menjual hewan kurban mulai bermunculan di Jakarta, salah satunya lapak hewan kurban milik Said.
Lapak penjulan hewan kurban tersebut menjual sapi bima yang dibanderol dengan harga Rp 14-60 juta tergantung dari bobot sapi.
Menurut Said, pemilik lapak penjualan sapi tersebut, selama 15 hari berjualan sudah menjual sebanyak 44 ekor dari total 70 ekor sapi yang dibawa langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Biaya angkut dari Bima ke Jakarta sebesar Rp 1,5 juta/ekor.
Sapi yang masih berada pada lapak penjualan hewan kurban tersebut saat ini mayoritas sudah dipesan dan tinggal menunggu di antar ke pembeli.
Sementara pada lapak penjualan hewan kurban tersebut untuk sapi dengan bobot 400kg keatas dijual dengan harga Rp 60 juta.
Menurut Said, pada tahun ini penjualan hewan kurban meningkat hampir 100 persen (lebih dari 90%) jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pekerja memberi makan sapi di lapak penjualan hewan kurban kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Tiga pekan menjelang Idul Adha 2026, lapak-lapak yang menjual hewan kurban mulai bermunculan di Jakarta, salah satunya lapak hewan kurban milik Said.
Lapak penjulan hewan kurban tersebut menjual sapi bima yang dibanderol dengan harga Rp 14-60 juta tergantung dari bobot sapi.
Menurut Said, pemilik lapak penjualan sapi tersebut, selama 15 hari berjualan sudah menjual sebanyak 44 ekor dari total 70 ekor sapi yang dibawa langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Biaya angkut dari Bima ke Jakarta sebesar Rp 1,5 juta/ekor.
Sapi yang masih berada pada lapak penjualan hewan kurban tersebut saat ini mayoritas sudah dipesan dan tinggal menunggu di antar ke pembeli.
Sementara pada lapak penjualan hewan kurban tersebut untuk sapi dengan bobot 400kg keatas dijual dengan harga Rp 60 juta.
Menurut Said, pada tahun ini penjualan hewan kurban meningkat hampir 100 persen (lebih dari 90%) jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.