BSI Bukukan Laba Rp2,2 Triliun pada Kuartal I 2026

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Wakil Direktur Utama Bob T.Ananta memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kinerja Triwulan I Tahun 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencetak laba bersih Rp2,2 triliun naik 17,1 % (YOY) didorong peningkatan Tabungan yang tumbuh 20,18% (YOY) tertinggi di industri.  Foto: Agung Pambudhy/ detikFoto
adapun dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun hingga kuartal I 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan DPK, BSI juga membukukan kinerja positif dari sisi neraca aset. Hingga kuartal I 2026, perseroan membukukan pertumbuhan total aset sebesar 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun.
 
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian ini ditopang oleh infrastruktur digital perseroan. Melalui aplikasi Byond by BSI misalnya, membukukan pengguna hingga 6,5 juta atau tumbuh 79% sejak pertama kali diluncurkan. 
Sementara untuk jumlah tabungan tercatat tumbuh 20,18% yoy menjadi Rp 160 triliun hingga kuartal I 2026. Kemudian untuk fungsi intermediasi, BSI membukukan total pembiayaan sebesar Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39% yoy.
 
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Wakil Direktur Utama Bob T.Ananta memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kinerja Triwulan I Tahun 2026 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencetak laba bersih Rp2,2 triliun naik 17,1 % (YOY) didorong peningkatan Tabungan yang tumbuh 20,18% (YOY) tertinggi di industri.  Foto: Agung Pambudhy/ detikFoto
adapun dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 17,99% yoy menjadi Rp 377 triliun hingga kuartal I 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan DPK, BSI juga membukukan kinerja positif dari sisi neraca aset. Hingga kuartal I 2026, perseroan membukukan pertumbuhan total aset sebesar 14,78% yoy menjadi Rp 460 triliun. 
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan capaian ini ditopang oleh infrastruktur digital perseroan. Melalui aplikasi Byond by BSI misalnya, membukukan pengguna hingga 6,5 juta atau tumbuh 79% sejak pertama kali diluncurkan. Sementara untuk jumlah tabungan tercatat tumbuh 20,18% yoy menjadi Rp 160 triliun hingga kuartal I 2026. Kemudian untuk fungsi intermediasi, BSI membukukan total pembiayaan sebesar Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39% yoy.