Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun

Foto Bisnis

Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun

Rafida Fauzia - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 21:38 WIB

Jakarta - Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN menurun hingga akhir April 2026. Nilainya tercatat Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan hingga akhir April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Defisit tercatat sebesar 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Nilai tersebut setara dengan Rp164,4 triliun per 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Pemerintah menyebut kondisi fiskal tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun pada 30 April 2026. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Perkembangan APBN menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Purbaya Garuk Kepala, APBN April 2026 Defisit Rp164,4 Triliun
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads