Semarang - KUR terus menjadi napas UMKM Indonesia. Dari industri kerupuk rumahan hingga usaha kecil lainnya, akses modal membantu bisnis tumbuh dan bertahan.
Foto Bisnis
Dari Kerupuk hingga Industri Rumahan, KUR Perkuat Napas UMKM Indonesia
Gambaran tersebut terlihat di industri rumahan kerupuk Fajar di Lamper Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026), di mana aktivitas produksi tetap berjalan untuk memenuhi permintaan pasar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mulai dari industri kerupuk rumahan hingga berbagai sektor usaha produktif lainnya, akses permodalan melalui KUR membantu pelaku usaha mempertahankan dan mengembangkan bisnis mereka di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Dukungan pembiayaan yang lebih mudah diakses menjadi faktor penting bagi UMKM dalam menjaga kelangsungan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka peluang penyerapan tenaga kerja. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran KUR hingga 8 Juni 2026 telah mencapai Rp124,7 triliun atau 44,7 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp279 triliun. Dana tersebut telah menjangkau sekitar 1,98 juta debitur di berbagai daerah dan sektor usaha. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian nasional. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Melalui penyaluran KUR yang terus meningkat, pemerintah berharap pelaku UMKM dapat semakin produktif, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Dari usaha kerupuk rumahan hingga sektor perdagangan, pertanian, dan jasa, KUR diharapkan terus menjadi napas yang menguatkan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar










































