Suriah - Irak menyiapkan jalur ekspor minyak baru melalui Suriah. Langkah ini dilakukan setelah konflik Iran mengganggu rute utama di Teluk.
Foto Bisnis
Jalur Hormuz Terganggu, Irak Cari Rute Ekspor Minyak Baru
Truk-truk tangki minyak dari Irak membongkar muatan di Terminal Minyak Baniyas, Baniyas, Suriah, Kamis (14/5/2026). Irak menyiapkan ekspor minyak mentah dan nafta melalui pelabuhan Suriah sebagai jalur alternatif setelah konflik Iran mengganggu rute pengiriman utama melalui Selat Hormuz. REUTERS/Mahmoud Hassano
Langkah tersebut memperluas skema yang sebelumnya telah digunakan untuk mengekspor bahan bakar minyak melalui Pelabuhan Baniyas di pesisir Mediterania ketika Selat Hormuz mengalami gangguan. REUTERS/Mahmoud Hassano
Pemerintah Irak menyatakan diversifikasi jalur ekspor akan tetap dilanjutkan bahkan setelah konflik berakhir. Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan pada satu koridor ekspor. REUTERS/Mahmoud Hassano
Sebelum konflik, sebagian besar ekspor minyak Irak dikirim melalui terminal Basra di selatan negara itu. Namun penutupan jalur pelayaran memaksa Baghdad mencari alternatif untuk mencegah penumpukan stok. REUTERS/Mahmoud Hassano
Sejak April 2026, jutaan barel bahan bakar minyak Irak telah diangkut menggunakan truk tangki melintasi Suriah menuju Terminal Baniyas untuk diekspor kembali ke pasar internasional. REUTERS/Mahmoud Hassano
Pemerintah Suriah kini menambah fasilitas bongkar muat di Baniyas guna mengakomodasi ekspor minyak mentah dan nafta dari Irak. Pengiriman minyak mentah diperkirakan dimulai pada awal Juli dengan kapasitas awal sekitar 50 ribu barel per hari. REUTERS/Mahmoud Hassano
Meski memberikan manfaat ekonomi bagi Suriah melalui pendapatan transit, jalur darat menuju Baniyas masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur yang rusak akibat perang hingga gangguan keamanan di sepanjang rute pengiriman. REUTERS/Mahmoud Hassano










































