Pembangunan Stasiun MRT Monas Capai Tahap Akhir, Target Uji Coba Juni 2027

Sejumlah pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Stasiun MRT Jakarta CP201 Monas, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Bundaran HI–Kota terus menunjukkan perkembangan. Hingga 25 Juni 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 61,80 persen.
Stasiun Monas dibangun dengan panjang sekitar 220 meter dan memiliki area peron yang berada pada kedalaman 15 hingga 18 meter di bawah permukaan tanah. Lokasinya yang berada di kawasan cagar budaya, berdekatan dengan Monumen Nasional, membuat desain stasiun dirancang selaras dengan karakter kawasan.
Di dalam paket tersebut, Stasiun Monas dipersiapkan sebagai salah satu stasiun ikonik MRT Jakarta.
Paket konstruksi CP201 yang membentang dari Bundaran HI hingga Harmoni menjadi segmen dengan kemajuan paling pesat, yakni mencapai 93,50 persen.
Proses pembangunan menggunakan metode box jacking atau konstruksi terowongan bawah tanah yang terhubung hingga Jalan Museum. Metode ini dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.

Koridor penghubung di stasiun ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses penumpang, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai ruang untuk menampilkan karya seni, sarana edukasi, hingga penyelenggaraan pameran.

PT MRT Jakarta menargetkan uji coba operasional lintas Bundaran HI–Monas dimulai pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta, sebelum layanan diperpanjang hingga kawasan Kota.
Sejumlah pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Stasiun MRT Jakarta CP201 Monas, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A lintas Bundaran HI–Kota terus menunjukkan perkembangan. Hingga 25 Juni 2026, progres keseluruhan proyek telah mencapai 61,80 persen.
Stasiun Monas dibangun dengan panjang sekitar 220 meter dan memiliki area peron yang berada pada kedalaman 15 hingga 18 meter di bawah permukaan tanah. Lokasinya yang berada di kawasan cagar budaya, berdekatan dengan Monumen Nasional, membuat desain stasiun dirancang selaras dengan karakter kawasan.
Di dalam paket tersebut, Stasiun Monas dipersiapkan sebagai salah satu stasiun ikonik MRT Jakarta.
Paket konstruksi CP201 yang membentang dari Bundaran HI hingga Harmoni menjadi segmen dengan kemajuan paling pesat, yakni mencapai 93,50 persen.
Proses pembangunan menggunakan metode box jacking atau konstruksi terowongan bawah tanah yang terhubung hingga Jalan Museum. Metode ini dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.
Koridor penghubung di stasiun ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai akses penumpang, tetapi juga akan dimanfaatkan sebagai ruang untuk menampilkan karya seni, sarana edukasi, hingga penyelenggaraan pameran.
PT MRT Jakarta menargetkan uji coba operasional lintas Bundaran HI–Monas dimulai pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta, sebelum layanan diperpanjang hingga kawasan Kota.