Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata

Foto Bisnis

Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata

Grandyos Zafna - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2026 23:02 WIB

Labuan Bajo - Petani di Labuan Bajo mengembangkan hidroponik berkapasitas 1.400 lubang tanam yang menghasilkan tiga kuintal selada per panen untuk sektor pariwisata.

Petani merawat tanaman selada air yang ditanam dengan teknik hidroponik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (23/7/2026). Petani di kawasan tersebut mengembangkan pertanian hidroponik di lahan seluas 9x15 meter dengan kapasitas 1.400 lubang tanam yang mampu menghasilkan sekitar tiga kwintal selada setiap panen dalam waktu 1,5 hingga dua bulan untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, kafe hingga kapal wisata di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/wsj.
Petani merawat tanaman selada air yang ditanam dengan teknik hidroponik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kemarin. ANTARA FOTO/Gecio Viana
Petani merawat tanaman selada air yang ditanam dengan teknik hidroponik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (23/7/2026). Petani di kawasan tersebut mengembangkan pertanian hidroponik di lahan seluas 9x15 meter dengan kapasitas 1.400 lubang tanam yang mampu menghasilkan sekitar tiga kwintal selada setiap panen dalam waktu 1,5 hingga dua bulan untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, kafe hingga kapal wisata di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/wsj.
Petani di kawasan tersebut mengembangkan pertanian hidroponik di lahan seluas 9x15 meter dengan kapasitas 1.400 lubang tanam yang mampu menghasilkan sekitar tiga kwintal selada setiap panen dalam waktu 1,5 hingga dua bulan untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, kafe hingga kapal wisata di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo.Β ANTARA FOTO/GECIO VIANA
Petani merawat tanaman selada air yang ditanam dengan teknik hidroponik di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (23/7/2026). Petani di kawasan tersebut mengembangkan pertanian hidroponik di lahan seluas 9x15 meter dengan kapasitas 1.400 lubang tanam yang mampu menghasilkan sekitar tiga kwintal selada setiap panen dalam waktu 1,5 hingga dua bulan untuk memasok kebutuhan hotel, restoran, kafe hingga kapal wisata di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sgd/wsj.
Meningkatnya aktivitas pariwisata di Labuan Bajo turut mendorong permintaan terhadap pasokan sayuran segar yang berkualitas. Kehadiran pertanian hidroponik membantu memperpendek rantai pasok karena kebutuhan pelaku usaha dapat dipenuhi dari produksi lokal tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.Β ANTARA FOTO/GECIO VIANA
Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata
Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata
Pertanian Hidroponik di Labuan Bajo Pasok Sayuran Segar untuk Sektor Pariwisata
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads