KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026

Foto Bisnis

KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026

Pradita Utama - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2026 16:02 WIB

Jakarta - Konsumsi ikan nasional diproyeksikan meningkat menjadi 30 kg per kapita pada 2026 seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi.

Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Baru dan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026). Aktivitas yang berlangsung sejak pagi hari tersebut mencerminkan peran penting kedua pelabuhan sebagai sentra perikanan tangkap dan distribusi hasil laut di ibu kota.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Kapal-kapal nelayan yang kembali dari melaut membawa beragam jenis ikan hasil tangkapan untuk kemudian dibongkar, disortir, ditimbang, dan didistribusikan ke pasar tradisional, pusat perbelanjaan, restoran, hingga industri pengolahan hasil perikanan.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Kesibukan di kawasan pelabuhan tidak hanya melibatkan nelayan, tetapi juga buruh angkut, pedagang, pengepul, dan pekerja logistik yang saling terhubung dalam rantai pasok perikanan. Aktivitas tersebut menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat pesisir Jakarta Utara.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Ketersediaan pasokan ikan yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain sebagai sumber protein hewani yang berkualitas, ikan juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti omega-3, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun.

Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Peningkatan konsumsi ikan diperkirakan didorong oleh semakin baiknya ketersediaan protein hewani di berbagai daerah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Berbagai program edukasi mengenai manfaat konsumsi ikan juga terus digencarkan oleh pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan. Kampanye gemar makan ikan diharapkan mampu meningkatkan konsumsi masyarakat sejak usia dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Di sisi lain, peningkatan permintaan ikan juga menjadi peluang bagi sektor perikanan nasional untuk terus meningkatkan produktivitas. Pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan menjadi kunci agar kebutuhan konsumsi dapat terpenuhi tanpa mengganggu kelestarian ekosistem.

Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi hasil tangkapan nelayan ke berbagai wilayah. Kelancaran aktivitas bongkar muat dan rantai distribusi turut membantu menjaga stabilitas pasokan serta harga ikan di pasaran.

Sejumlah nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (30/7/2026).Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan angka konsumsi ikan nasional pada 2026 mencapai 30 kg per kapita per tahun atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 26,08 kilogram per kapita per tahun, didorong oleh peningkatan ketersediaan protein hewani dan kesadaran gizi.
Dengan proyeksi konsumsi ikan yang terus meningkat, sektor kelautan dan perikanan diharapkan mampu menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Sinergi antara nelayan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan ketersediaan ikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
KKP Proyeksikan Konsumsi Ikan Nasional Naik 15 Persen pada 2026
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads