Depok - Industri alas kaki Indonesia tetap menjaga optimisme di tengah kebijakan tarif impor Amerika Serikat. Pelaku usaha menilai daya saing produk masih terjaga.
Foto Bisnis
Industri Alas Kaki Indonesia Bertahan di Tengah Tarif Impor AS
Pekerja menyelesaikan pembuatan sepatu wanita di industri rumahan OB Shoes, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Industri alas kaki nasional terus menjaga produktivitas di tengah dinamika perdagangan global.
Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menilai tarif impor Amerika Serikat sebesar 10 persen belum berdampak signifikan terhadap daya saing produk Indonesia. Β Β
Menurut Aprisindo, tarif yang sama juga dikenakan kepada sejumlah negara pesaing utama seperti India dan Kamboja, sehingga posisi industri nasional relatif tetap kompetitif.
Pemerintah tengah mengusulkan sejumlah komoditas manufaktur Indonesia agar memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor AS. Β
Pelaku industri berharap kebijakan perdagangan internasional tetap mendukung pertumbuhan ekspor alas kaki Indonesia. Β










































