Belajar Daur Ulang Sampah dari Bank Sampah My Darling
Seorang warga terlihat memilah sampah tutup botol galon di Bank Sampah My Darling, Bintaro, Tangerang Selatan.
Bank Sampah My Darling menjadi ruang pemberdayaan masyarakat untuk belajar mengolah dan mendaur ulang sampah. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja karang taruna, hingga ibu-ibu.
Salah satu sampah yang menjadi fokus pengelolaan saat ini adalah plastik kresek dan plastik multilayer, seperti bungkus kopi.
Material tersebut diolah menjadi berbagai kerajinan, mulai dari tas hingga karya lukisan.
Plastik kresek yang sebelumnya menjadi limbah diolah kembali menjadi material untuk menghasilkan barang bernilai guna.
Tak hanya mengandalkan sampah dari nasabah, Bank Sampah My Darling juga menerima hibah sampah dari sejumlah toko besar di sekitar wilayah Bintaro. Sampah-sampah tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bahan untuk berbagai kegiatan pengolahan dan kerajinan.
Bank Sampah My Darling didirikan oleh Yeni Mulyani Hidayat, yang akrab disapa Mbak Darling. Yeni memulai bank sampah tersebut pada 2012 di Jakarta sebelum kemudian pindah ke kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Melalui Bank Sampah My Darling, Yeni ingin semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa sampah dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Edukasi tersebut juga dikenalkan sejak dini dengan melibatkan anak-anak dalam proses pembuatan kerajinan.