Pertamina 'Sulap' Gas Alam Tinggi CO2 Jadi Energi Bersih
Secara keseluruhan Lapangan Jatibarang yang memiliki ratusan sumur migas mampu memproduksi minyak mentah di kisaran 11.000 barel per hari (BOPD).
Tak hanya minyak, lapangan ini juga mampu memiliki lapisan gas yang sangat besar. Sayang lapisan sumber energi ini memiliki kandungan gas dengan tingkat impurities yang sangat tinggi, yakni CO2 dan H2S content mencapai 65%.
Namun, dengan teknologi CO2 Removal Package dengan sistem amine (MDEA), Gas Dehydration Unit (DHU) atau Unit Dehidrasi, dan Thermal Oxidation (TOX). SP-ABG mampu mengolah 10 - 11 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) gas dengan tingkat impurities tinggi menjadi gas bersih sebanyak 3,3 - 3,5 MMSCFD.
Ke depan Pertamina EP berencana untuk menaikkan kapasitas pemrosesan hingga 22 MMSCFD feed gas demi menghasilkan 8 MMSCFD gas bersih siap digunakan sebagai sumber energi melalui sejumlah tahapan teknis, termasuk penuntasan rekomendasi fasilitas Thermal Oxidizer (TOX).
Keberhasilan inovasi pengolahan gas di SP-ABG ini dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) yang siap direplikasi pada proyek-proyek raksasa nasional lainnya dengan karakteristik gas alam serupa, seperti Blok Natuna.