Dari Cipratan Jadi Cuan, Warga Disabilitas Berkarya Lewat Batik di Klaten

Foto Bisnis

Dari Cipratan Jadi Cuan, Warga Disabilitas Berkarya Lewat Batik di Klaten

Rengga Sancaya - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2026 11:00 WIB

Klaten - Warga disabilitas di Klaten berkarya lewat batik ciprat. Kain bermotif unik ini menjadi bentuk pemberdayaan sekaligus membuka peluang penghasilan bagi keluarga.

Warga penyandang disabilitas memproses pembuatan kerajinan kain batik ciprat di Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pemberdayaan warga penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati Kemudo dari Kementerian Sosial tersebut telah berjalan lima tahun dengan menghasilkan berbagai macam kreasi motif batik ciprat yang dijual dengan harga Rp120 ribu hingga Rp200 ribu per helai kain sehingga dapat mengangkat ekonomi keluarga khususnya warga penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Kegiatan tersebut dijalankan warga penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati Kemudo dari Kementerian Sosial. Program pemberdayaan ini telah berjalan selama lima tahun dan menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan serta menghasilkan karya. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Warga penyandang disabilitas memproses pembuatan kerajinan kain batik ciprat di Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pemberdayaan warga penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati Kemudo dari Kementerian Sosial tersebut telah berjalan lima tahun dengan menghasilkan berbagai macam kreasi motif batik ciprat yang dijual dengan harga Rp120 ribu hingga Rp200 ribu per helai kain sehingga dapat mengangkat ekonomi keluarga khususnya warga penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Beragam kreasi batik ciprat kemudian dipasarkan dengan harga sekitar Rp120 ribu hingga Rp200 ribu per helai kain. Proses produksi dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pembuatan motif hingga tahap penyelesaian kain. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Warga penyandang disabilitas memproses pembuatan kerajinan kain batik ciprat di Kemudo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pemberdayaan warga penyandang disabilitas yang tergabung dalam program Sheltered Workshop Peduli (SWP) Tombo Ati Kemudo dari Kementerian Sosial tersebut telah berjalan lima tahun dengan menghasilkan berbagai macam kreasi motif batik ciprat yang dijual dengan harga Rp120 ribu hingga Rp200 ribu per helai kain sehingga dapat mengangkat ekonomi keluarga khususnya warga penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Selain menghasilkan produk bernilai ekonomi, kegiatan ini turut membantu meningkatkan kemandirian warga penyandang disabilitas dan menopang ekonomi keluarga. Batik ciprat pun menjadi bukti bahwa keterampilan dan kreativitas dapat membuka ruang produktif bagi masyarakat penyandang disabilitas. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Dari Cipratan Jadi Cuan, Warga Disabilitas Berkarya Lewat Batik di Klaten
Dari Cipratan Jadi Cuan, Warga Disabilitas Berkarya Lewat Batik di Klaten
Dari Cipratan Jadi Cuan, Warga Disabilitas Berkarya Lewat Batik di Klaten

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads