Menjaga Asa Ekonomi Lewat Martabak Mini

Bu Sri Rahayu (52) tetap menjalani usaha martabak mini yang dirintisnya sejak pandemi COVID-19. Setiap malam ia berjualan didepan SDN 07 Aren Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selama berjualan, warga mengenalnya dengan panggilan Mama Iki, nama yang diambil dari nama anak keduanya.
Bu Sri memiliki dua orang anak. Sejak 2021, tepatnya di tengah masa pandemi, ia mulai berjualan martabak mini untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
 
Setiap hari, Bu Sri berjualan martabak mini dengan omzet sekitar Rp300 ribu. Meski jumlahnya tidak selalu sama, ia tetap menjalani usaha tersebut dengan tekun.
 
Nama Mama Iki pun lebih dikenal oleh para pelanggan dibandingkan nama aslinya. Panggilan itu melekat karena berasal dari nama anak keduanya.
 
Sudah sekitar lima tahun berjualan, Bu Sri masih mempertahankan usaha martabak mininya. Baginya, berjualan menjadi jalan untuk terus bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
 
Bu Sri Rahayu (52) tetap menjalani usaha martabak mini yang dirintisnya sejak pandemi COVID-19. Setiap malam ia berjualan didepan SDN 07 Aren Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selama berjualan, warga mengenalnya dengan panggilan Mama Iki, nama yang diambil dari nama anak keduanya.
Bu Sri memiliki dua orang anak. Sejak 2021, tepatnya di tengah masa pandemi, ia mulai berjualan martabak mini untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
Setiap hari, Bu Sri berjualan martabak mini dengan omzet sekitar Rp300 ribu. Meski jumlahnya tidak selalu sama, ia tetap menjalani usaha tersebut dengan tekun. 
Nama Mama Iki pun lebih dikenal oleh para pelanggan dibandingkan nama aslinya. Panggilan itu melekat karena berasal dari nama anak keduanya. 
Sudah sekitar lima tahun berjualan, Bu Sri masih mempertahankan usaha martabak mininya. Baginya, berjualan menjadi jalan untuk terus bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.