Follow detikFinance
Senin, 15 Jul 2013 19:15 WIB

Kertas Al Quran Made in Tangerang Bisa Tahan 100 Tahun

- detikFinance
Jakarta - Kualitas kertas Al Quran produksi Tanggerang bisa tahan sampai 100 tahun. Kertas ini produksi PT Indah Kiat Pulp & Paper yang biasa disebut Quran Pulp & Paper/QPP.

"QPP atau kertas untuk cetak Al Quran berbeda dengan kertas biasa. Kertas ini tipis tetapi tidak tembus dengan kualitas ketebalan dan ketahanan yang sangat baik. Bahkan bisa tahan hingga 100 tahun," ujar Corporate Affairs & Communication Director Asia Pulp and Paper (APP) Suhendra Wiriadinata di Mesjid Istiqlal Jakarta, Senin (15/7/2013).

PT Indah Kiat Pulp & Paper anak usaha Sinar Mas yang berlokasi di Tangerang, Banten telah memproduksi kertas khusus pembuat Al Quran sejak 9 tahun lalu. Kertas yang diproduksi telah diekspor ke negara-negara Timur Tengah seperti Suriah, Mesir dan Turki dengan harga US$ 1000/ton.

"Kertas kita berkualitas tinggi, pabriknya berada di Tangerang. Mengenai harga per ton nya itu US$ 1000," imbuhnya.

Selain itu, kertas dengan kualitas tinggi ini telah mempunyai sertifkat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk memenuhi kebutuhan Al Quran di dalam negeri, Sinar Mas terus memproduksi Al Quran. Untuk mewujudkan misinya ini, Sinar Mas menggandeng PBNU, desainer Hati Emas dan forum percetakan untuk memproduksi Al Quran di dalam negeri.

"Kebutuhan Al Quran itu 2 juta lebih/tahun menurut data Kementerian Agama 2011. Sedangkan kita hanya bisa memproduksi 50-60 ribu saja. Jadi kebutuhan Al Quran sangat kurang. Kita bekerjasama dengan Hati Emas untuk bagian isi Al Quran dan desain. Sedangkan kami menyediakan kertas dan proses percetakan juga pemasaran," jelas Suhendra.

"Penjualan kertas QPP sudah 9 tahun dengan pertumbuhan 5-10% tahun. Sejak awal kita menciptakan QPP, kita berharap ada pertumbuhan bisnis dan kita bisa tingkatkan," kata Suhendra.




(wij/hen)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed