Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Jun 2016 11:58 WIB

China Ramaikan Pasar Semen RI, Dirut Semen Indonesia Tak Gentar

Rois Jajeli - detikFinance
Foto: Rois Jajeli Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Persaingan pasar semen di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya investor-investor asing, termasuk dari China yang membuka pabrik semen di Kalimantan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) merasa tak gentar bersaing dengan semen asing.

"Dari dulu semennya asing sudah banyak. Sekarang tambah lagi baru datang dari China yang ada di Kalimantan," kata Direktur Utama Semen, Rizkan Candra, saat silaturrahmi dan memperkenalkan jajaran direksi kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo di gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (17/6/2016).

"Kita sudah terbiasa bersaing sejak dulu. Sekarang semen China datang dengan harga relatif lebih murah. Tapi saya kira teknologi semen itu relatif sama, sehingga kita juga menuju hal-hal yang sama ditujukan ke mereka," tuturnya.

Rizkan yang baru dilantik sebagai dirut perusahaan BUMN di bidang semen ini mengatakan, kondisi industri semen saat ini relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yakni ada peningkatan sekitar 3% dibandingkan dengan tahun lalu.

Kebutuhan semen dalam negeri pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 64-65 juta ton. "Kita harapkan bisa memenuhi sekitar 26 juta ton," tuturnya.

Meski masuk semen produksi asing di Indonesia, ia menegaskan, bahwa pangsa pasar semen di beberapa wilayah di Indonesia tidak terpengaruh. Hanya Kalimantan yang terdampak, karena memang lokasi pabrik semennya ada di Kalimantan.

"Di Jawa kita tidak terpengaruh. Di Sulawesi juga tidak terpengaruh. Sumatera tidak. Ini membuktikan kita bisa bersaing. Hanya di Kalimantan, karena itu wilayahnya dekat dengan pabrik mereka (China)," tandanya.

Ketika ditanya kondisi pangsa pasar semen di Jawa Timur, Rizkan menerangkan, bahwa masyarakat Indonesia lebih suka dengan produk Semen Indonesia.

"Untuk Jawa Timur cukup bagus. Market share-nya sampai dengan 4 bulan ini di atas 65%. Jadi tidak terpengaruh dari China dan lain-lain," tandasnya. (roi/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com