Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 17 Agu 2016 18:08 WIB

Laporan dari Kuching

Sering Dituding Jadi Biang Kebakaran Lahan Gambut, Ini Kata Pengusaha Sawit

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Jhoni Hutapea Foto: Jhoni Hutapea
Kuching - Kebakaran lahan gambut di Indonesia pada September-November 2015 lalu menyita perhatian dunia. Kebakaran yang terjadi di lebih dari 100 ribu titik api yang tersebar pada lahan gambut seluas 2 juta hektar tersebut menimbulkan kabut asap hebat. Sebanyak 43 juta warga Indonesia di Kalimantan dan Sumatera mengalami keracunan asap, asap bahkan menyebar juga ke negara-negara tetangga Indonesia.

Perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit kerap dituding sebagai biang kebakaran hutan tersebut. Menjawab tuduhan itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan bahwa foto satelit telah membuktikan bahwa sebagian besar kebakaran tidak berasal dari perkebunan sawit.

Sebanyak 61% titik api berada di luar lahan konsesi, sedangkan 39% berada di daerah konsesi, di antaranya lahan konsesi milik perusahaan perkebunan sawit. Tapi dari 39% lahan konsesi itu, hanya 10% yang untuk sawit, selebihnya untuk komoditas lain.

Dari 10% lahan itu pun sebagian besar adalah lahan sengketa yang tidak bisa dikelola oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit karena diduduki masyarakat.

"Tahun lalu sekitar 60% (kebakaran) di luar konsesi, 40% di dalam konsesi. Dari 40% itu, 10% sawit. 10% ini pun sebagian besar di lahan sengketa, secara de facto diduduki masyarakat sehingga tidak bisa digarap perusahaan," papar Ketua GAPKI, Joko Supriyono, saat ditemui di 15th International Peat Congress, Kuching, Malaysia, Rabu (17/8/2016).

Joko menambahkan, korporasi-korporasi sawit selalu melakukan antisipasi untuk mencegah kebakaran. Tahun ini, persiapan semakin diperkuat agar bencana asap tidak terulang lagi. Perusahaan juga semakin giat melakukan pemadaman, wilayah di sekitar lahan konsesi juga dijaga oleh perusahaan sawit.

"Perusahaan selalu siap mengantisipasi kebakaran. Dari tahun ke tahun kita selalu memperkuat dari segi manajemen, sumber daya, infrastruktur. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.

"Perusahaan-perusahaan sawit tahun ini lebih agresif melakukan pemadaman, daerah sekitar konsesi juga dijaga. Kalau ada kebakaran hit and run, kita yang membantu memadamkan supaya jangan sampai merambat. Jadi kita pro aktif menjaga tidak hanya konsesi kita tapi juga di sekitar konsesi," dia mengimbuhkan.

Berkat persiapan yang semakin matang, Joko mengklaim kebakaran lahan gambut semakin berkurang. Tahun ini, nyaris tak ada titik api yang berada di lahan konsesi milik korporasi sawit, kebakaran yang terjadi juga lebih kecil.

"Lihat saja semua berita, sekarang kan hot spot di luar konsesi. Mungkin 80-90% di luar konsesi karena perusahaan semakin siap," tutupnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com