Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Agu 2016 10:55 WIB

Curhatan Pengusaha Otomotif RI: Fasilitas Logistik Kita Kurang Memadai

Yulida Medistiara - detikFinance
Foto: Astra Daihatsu Motor Foto: Astra Daihatsu Motor
Jakarta - Kinerja industri manufaktur menurun disebabkan beberapa faktor seperti mahalnya biaya logistik. Hal ini juga dikeluhkan pengusaha otomotif nasional yang tergabung di dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Gaikindo menyebut fasilitas logistik seperti pelabuhan khusus masih kurang memadai sehingga menyulitkan pengusaha untuk mendistribusikan barang.

"Dari segi logistik itu memang ada benarnya karena sarana dan prasarananya masih belum memadai untuk menjadi eksportir atau importir yang canggih yang bisa bersaing karena fasilitas pelabuhan yang masih kurang, baik pelabuhan umum dan khusus terminal mobil, ini kan masih bisa dibenahin," ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi detikfinance, Jumat (19/8/2016).

Ia mendorong agar pemerintah memperbaiki fasilitas yang mendukung logistik supaya pengiriman barang bisa lebih cepat. Ia mengatakan, penumpukan di pelabuhan merupakan hal yang sering dikeluhkan.

"Masalah fasilitas misalnya tempat penumpukannya yang kadang-kadang sudah penuh, tapi kita mau ke sana susah. Saya nggak bicara dwell time-nya itu tergantung kapalnya kapan datang, tapi paling tidak kita memproduksi mobil, kita bawa ke area pelabuhan sambil nunggu kapalnya datang baru dinaikkan. Itu yang masih kurang memadai dan harus dibenahi," kata Jongkie.

Jongkie menyebut beberapa fasilitas dan sarana logistik harus dibenahi pemerintah agar industrinya semakin berkembang. Ia juga berharap angkutan kereta bisa lebih diandalkan untuk mengirim bahan baku.

"Angkutan misalnya kereta api, kita juga tidak bisa 100% mengandalkan angkutan truk. Impor barang atau bahan baku, kita mengharapkan barangkali kereta api juga dimanfaatkan untuk angkutan kontainer. Lalu di tempat kawasan industri tertentu kan harus sudah ada dry port. Hal-hal itu lah yang harus dibenahi dan di tambah fasilitasnya sarana dan prasarananya," imbuhnya.

Terkait dengan daya saing, produktivitas tenaga kerja Indonesia masih bisa bersaing dibandingkan negara lain. Hal itu tentunya bisa dilakukan dengan pelatihan-pelatihan.

"Dari segi produktifitas saya rasa sudah mampu bersaing. Dari segi tenaga kerja, skill dll nggak masalah memang harus ada pelatihan-pelatihan dan training harus berkelanjutan," ungkapnya. (feb/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com