Follow detikFinance
Selasa 06 Dec 2016, 14:47 WIB

Ekspor Kayu RI ke Eropa Wajib SVLK, Adakah Dampaknya ke Harga Jual?

Muhammad Idris - detikFinance
Ekspor Kayu RI ke Eropa Wajib SVLK, Adakah Dampaknya ke Harga Jual? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Mulai 2016, pemerintah mewajibkan semua produk kayu yang diekspor dari hulu sampai hilir, harus mengantongi sertifikat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Indonesia sendiri merupakan negara pertama di dunia yang sertifikasi kayunya sudah diakui Uni Eropa.

Sejumlah pengusaha kayu keberatan pemberlakuan SVLK membuat kayu asal Indonesia kurang kompetitif lantaran bisa membuat harganya lebih mahal, di saat yang sama negara eksportir kayu lain seperti Vietnam tidak memberlakukan sertifikasi pada kayu dan produk kayunya.

Direktur Jenderal Manajemen Hutan Berkelanjutan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, Putera Parthama, mengatakan proses sertifikasi sangat kecil pengaruhnya pada harga kayu.

"Harga kayu ditentukan banyak faktor. Soal sertifikasi tidak banyak berpengaruh, tidak hanya dari legalitasnya saja, harga itu dipengaruhi banyak hal seperti desain dan kualitasnya," ujar Putera, di ASEAN Workshop on Timber Legality Assurance di Hotel Santika, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

Justru dengan sertifikasi, kata dia, kayu dan produk kayu asal Indonesia bisa lebih mudah saat pemeriksaan masuk ketimbang kayu dari negara lain. Bahkan di Uni Eropa yang sudah secara resmi mengakui SVLK, kayu bersertifikat dari Indonesia sudah dianggap memenuhi standar.

"Kalau dari Indonesia sudah SLVK dijamin bukan kayu ilegal, bukan kayu colongan. Sehingga bisa langsung masuk ke Uni Eropa. Lain cerita kalau kayu dari negara lain, dia harus lewat pemeriksaan ketat. Kalau terhambat di pelabuhan importir malah harus bayar lagi. Malah menguntungkan," ungkap Putera.

Diakuinya, saat ini baru Uni Eropa dan Australia yang sudah resmi mengakui standarisasi legalitas kayu SLVK.

"Memang baru Uni Eropa, Australia malah yang pertama mengakui. Pasar kayu utama kita kan China, Jepang, dan Amerika Serikat. Kalau Uni Eropa sekitar 12%, tahun lalu ekspor kayu kita ke Uni Eropa US$ 10 miliar, tahun 2016 sampai November sudah US$ 8,5 miliar," pungkas Putera. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed