Follow detikFinance
Rabu 12 Apr 2017, 14:06 WIB

Komponen Lokal Sulit Penuhi Permintaan Industri, Ini Penyebabnya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Komponen Lokal Sulit Penuhi Permintaan Industri, Ini Penyebabnya Ilustrasi (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Persentase komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di banyak proyek masih jauh dari harapan. Kandungan lokal hanya mampu berada di level 30%, sedangkan sisanya dipenuhi dari luar negeri.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan alasan masih sulitnya komponen lokal bertengger di negeri sendiri. Pasalnya banyak permintaan komponen yang harus dipenuhi dalam waktu dekat dan jumlah yang banyak, sehingga industri dalam negeri seringkali merasa kesulitan untuk memenuhi komponen lokal.

"Nah sekarang kita akan buatkan tim monitor ini semua supaya belanjanya jangan dadakan-dadakan kecuali force major jembatan rubuh tiba-tiba harus beli baja. Tapi kalau bangun 100 jembatan pasti ada perencanaannya ketahuan baja dari mana, berapa dan spesifikasinya apa," jelas Putu di Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Putu menambahkan, bukan karena industri dalam negeri tidak mampu memenuhi komponen lokal, hanya saja dibutuhkan perencanaan yang matang agar kebutuhan komponen lokal bisa dipenuhi secara bertahap.

"Harusnya dibuat transparan supaya industri dalam negeri bisa bersiap-siap. Dia tidak tiba-tiba bukan sebelumnya ada kebutuhan. Mungkin utilisasi pabriknya sudah penuh sehingga tidak mungkin dia bisa penuhi, sehingga dapat kesan industri dalam negeri tidak mampu," ujar Putu.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menambahkan, akan dibuat satu peraturan khusus agar penggunaan komponen lokal bisa jadi prioritas.

"Nanti akan dicarikan jalan pembuatan aturan agar tidak ada keragu-raguan dalam penggunaan produk dalam negeri. Nanti disampaikan melalui peraturan presiden. Selama ini kan cuman Permen saja," tutup Harry. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed