Follow detikFinance
Rabu 16 Aug 2017, 15:43 WIB

Pemerintah Tak Segan Ambil Alih Lahan Garam Swasta Terbengkalai

Hendra Kusuma - detikFinance
Pemerintah Tak Segan Ambil Alih Lahan Garam Swasta Terbengkalai Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Jakarta - Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan garam dengan memperluas lahan tambak untuk produksi. Salah satu upaya perluasan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana PT Garam (Persero) mengincar 3.700 hektar (ha) yang lokasinya di Teluk Kupang.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan, akan mendorong PT Garam menggandeng perusahaan yang selama ini memiliki lahan luas namun dibiarkan menganggur selama 25 tahun.

Sofyan mengatakan, lahan seluas 3.700 hektar di NTT masih dikuasi oleh pihak swasta dengan status Hak Guna Usaha (HGU).

"Sudah kami peringatkan agar perusahaan itu bekerja sama dengan siapa saja agar bisa produksi garam," kata Sofyan di Komplek Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/8/2017).


Sofyan menyebutkan, pemerintah tidak segan untuk mencabut izin status lahan milik perusahaan swasta tersebut jika dalam waktu yang telah ditentukan belum memberikan keputusan terkait pemanfaatan lahan nganggur tersebut.

"Kalau mereka tidak bisa memutuskan dalam 30 hari, misalnya untuk kerja sama, itu akan kita ambil dan serahkan ke PT Garam," tegas Sofyan.

Saat ini, PT Garam telah memproduksi garam di atas lahan 400 hektar bekerja sama dengan masyarakat. Selanjutnya, pemerintah juga menyediakan 225 hektar dengan status clean and clear yang berasal dari lahan terlantar.


Mengenai kepastian lahan milik swasta, Sofyan mengaku baru akan memberikan surat terkait dengan komitmen pemanfaatan lahan nganggur tersebut.

"Ini, saya semalam dilaporkan oleh Kakanwil dan akan disuratkan mungkin besok. Satu bulan dari minggu depan," jelas Sofyan.

Dia mengungkapkan, hasil identifikasi yang sudah dilakukan, secara tersebar di mana ada yang 400 hektar, ada yang 80 hektar, namun dipastikan bahwa semuanya didapatkan bisa mencapai 10 ribu hektar.

"Kalau di NTT, semuanya bisa didapatkan, mungkin bisa mencapai 10 ribu hektar," ungkap dia.


Kebutuhan lahan tambak untuk produksi garam ini telah disisir oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dari Aceh hingga Sulawesi Selatan. Namun, untuk merampungkan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar.

"Kalau di NTT, 225 hektar itu bisa langsung dikerjakan. Untuk yang 3.700 hektar, bertahap lah," terang mantan Menko Perekonomian itu. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed