Follow detikFinance
Jumat 13 Oct 2017, 16:29 WIB

Cara Jokowi Hidupkan Kebun Sawit 4.400 Ha di Sumsel

Ray Jordan - detikFinance
Cara Jokowi Hidupkan Kebun Sawit 4.400 Ha di Sumsel Foto: Febri Angga Palguna
Musi Banyuasin - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah kini tengah menggalakkan peremajaan kebun sawit petani. Diharapkan kebun milik warga yang selama ini 'mati' bisa dihidupkan kembali dengan nilai produksi tinggi.

Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi wilayah pertama yang dijadikan lokasi Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit. Selain itu, di lokasi ini Jokowi juga menyerahkan sertifikat tanah untuk kepada warga Musi Banyuasin.

Jokowi mengatakan, di Musi Banyuasin ini ada 4.400 hektare kebun sawit yang akan diremajakan oleh pemerintah. Petani akan mendapatkan bibit unggul dan pupuk.

"Di Musi Banyuasin akan diremajakan 4.400 hektare kebun sawit yang sudah tua. 4.400 hektare, biayanya ditanggung pemerintah, bibitnya diberi, benih untuk palawija, jagung juga diberi, kurang apa?" kata Jokowi di lapangan Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (13/10/2017).

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar perkebunan yang masuk dalam kawasan hutan dikeluarkan dari wilayah tersebut.

"Yang masuk kawasan hutan sudah saya perintahkan untuk dikeluarkan dari kawasan hutan untuk nantinya diberikan sertifikat. Tapi ini khusus untuk kelapa sawit milik rakyat," kata Jokowi disambut tepuk tangan para petani.

Jokowi mengatakan, pemerintah memulai program peremajaan kebun kelapa sawit ini di wilayah Sumatera terlebih dahulu pada tahun ini. Selanjutnya akan dilakukan di pulau-pulau lain.

"Kita mulai di Sumatera Selatan lebih dulu. Bulan depan saya dorong masuk ke Sumatera Utara, bulan depannya lagi masuk ke Jambi, masuk ke Riau. Tahun ini kita memang akan konsentrasi dulu di pulau Sumatera, tahun depan baru akan saya dorong masuk ke Kalimantan," janji Jokowi.

"Kita memang ingin kerja fokus biar gampang dicek, gampang dikontrol. Ini perlu saya ingatkan, hari ini nanti sudah mulai peremajaan, replainting, ditanam, tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali. Kerja dengan saya pasti saya cek, enak aja nggak dicek, jadi barang atau tidak. Jadi bibitnya jadi benar dan baik tidak, harus dicek, kalau nggak dicek, enak nanti, setuju enggak?" tambah Jokowi.

"Setuju," jawab petani serentak.

Terkait dengan peremajaan itu, Jokowi mengatakan pemerintah akan membagikan bibit unggul yang jumlah produksinya bisa 8 ton per hektare. (jor/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed