Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 06 Mar 2018 17:17 WIB

Dana Sawit Terkumpul Rp 14,2 Triliun Tahun Lalu

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di sepanjang 2017 mengumpulkan dana pungutan sawit sebesar Rp 14,2 triliun. Dana pungutan tersebut kemudian digunakan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset dan pengembangan, hingga peremajaan kebun kelapa sawit.

"Dana yang berhasil dihimpun di 2017 Rp 14,2 triliun," kata Direktur Penyaluran Dana BPDPKS Edi Wibowo di Kantor BPDPKS Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Di tahun ini, BPDPKS menargetkan dana yang akan dihimpun sebesar Rp 10,9 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun kemarin sebesar Rp 14,2 triliun.


Edi mengatakan, lebih rendahnya target di tahun karena asumsi pungutan yang sudah ditetapkan tahun lalu di DPR. Ia memperkirakan, penghimpunan dana di tahun ini bisa berada di kisaran Rp 10 triliun-Rp 13 triliun.

"Bahwa perencanaan kita untuk tahun ini di awal Januari 2017 lalu dan kita bahas bersama DPR itu masih di angka Rp 10,9 triliun," ujar Edi.

Penyaluran biodiesel dengan menggunakan skema insentif dari BPDPKS meningkat sejak 2015. Pada 2015, sebesar 0,43 juta kilo liter (kl) untuk 4,5 bulan berjalan, kemudian di menjadi 2,77 juta kl, dan di 2017 menjadi 2,37 juta kl.


BPDPKS di tahun ini juga meningkatkan insentif untuk volume biodiesel menjadi 3,5 juta KL, naik dari realisasi tahun lalu 2,37 juta kl.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana menambahkan, perkembangan harga indeks pasar (HIP) biodiesel dan solar bergerak mengikuti tren pasar. Saat ini, HIP Solar berada di level Rp 5.981 per liter sedangkan HIP Biodiesel Rp 7.962 per liter.

Artinya, ada selisih sekitar Rp 1.981 per liter yang dibayarkan BPDPKS ke produsen biofuel. Pemberian insentif ini dilakukan untuk meningkatkan konsumsi bahan bakar nabati (BBN).

"Ini harganya bergerak terus," ujar Rida.


BPDPKS saat ini memiliki saldo dari pungutan sawit sebesar Rp 11 triliun. Saldo tersebut didapatkan dari sisa pungutan BPDPKS sejak didirikan di 2015 silam.

"Kemarin 2017 pendapatan Rp 14 triliun dipakai Rp 10,3 triiun. Masih ada saldo kalau dikumulatifkan antara Rp 9-11 triliun," kata Edi. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed