Follow detikFinance
Senin, 07 Mei 2018 14:54 WIB

China Siap Tampung Tambahan Impor 500.000 Ton Sawit RI

Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Presiden Jokowi bertemu denga PM China Li Keqiang. (Andhika-detikcom) Foto: Presiden Jokowi bertemu denga PM China Li Keqiang. (Andhika-detikcom)
Jakarta - Pertemuan antara Presiden Jokowi dan PM China Li Keqiang menghasilkan sejumlah kesepakatan di bidang ekonomi. Menurut Jokowi, China merupakan pasar utama bagi komoditas asal Indonesia.

"Dalam pertemuan bilateral, kami membahas upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, termasuk perdagangan. Sebagai negara dengan penduduk 1,37 miliar, RRT merupakan pasar yang besar sekali bagi komoditas dan produk-produk Indonesia," ujar Jokowi saat jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5/2018).

Jokowi mendorong peningkatan ekspor ke China. Li menyambut baik dengan membuka peluang masuknya komoditas seperti kelapa sawit hingga buah-buahan masuk ke China.


"Tadi saya menekankan pentingnya peningkatan ekspor Indonesia ke Tiongkok dan disambut sangat baik oleh PM Li Keqiang untuk membuka hubungan bagi masuknya produk kelapa sawit, sarang burung walet, kopi, dan buah-buah seperti manggis, buah naga, dan salak," tutur Jokowi.

Selain itu, Li menyanggupi peningkatan ekspor kelapa sawit minimal 500 ribu ton ke China.

"Tadi secara khusus PM Li Keqiang menyanggupi bentuk peningkatan ekspor kita, tambahan minimal 500 ribu ton minyak kelapa sawit ke Tiongkok," ucap Jokowi.

Tak hanya itu, Indonesia dan China meneken dua nota kesepahaman. Keduanya tentang ekonomi regional dan review design untuk pembangunan proyek Waduk Jenelata dan Waduk Riam Kiwa.

(dkp/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed