Follow detikFinance
Jumat, 29 Jun 2018 14:06 WIB

Dolar AS Tembus Rp 14.400, Kualitas Produk Mamin Diturunkan?

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: dok. Blibli Ilustrasi/Foto: dok. Blibli
Jakarta - Pengusaha makanan-minuman (mamin) memiliki banyak opsi menjaga keuntungan disaat dolar Amerika Serikat (AS) perkasa. Salah satunya menurunkan kualitas produk.

Mengingat pagi tadi dolar AS menyentuh level Rp 14.410, apakah pengusaha mamin bakal mengambil langkah tersebut?

"Tergantung perusahaan. Ada perusahaan yang tetap ingin bertahan mutunya, ada perusahaan yang tidak peduli mutunya tapi turun kualitasnya, seperti itu. Kan tergantung ya," kata Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (29/6/2018).



Menurutnya, masing-masing perusahaan punya kebijakan. Termasuk dalam menyikapi menguatnya dolar AS yang berimbas terhadap naiknya harga bahan baku impor. Di sisi lain mereka tak bisa asal menaikan harga produk jadi. Maka efisiensi harus dilakukan.

Tapi, efisiensi bisa dilakukan tanpa mengabaikan kualitas produk.

"Kita lebih review juga kemasan. Apakah kemasan perlu diubah atau tidak, baik dari jenisnya atau bahannya, dari ukurannya, dan lain sebagainya, menyesuaikan dengan daya beli dan harga, dan tentunya mencari alternatif bahan baku yang lebih murah gitu," jelasnya.

Dirinya pun menyebut keuntungan pengusaha mamin mulai tergerus karena belum menaikkan harga produk. Diperkirakan keuntungan turun hingga 4%.

"Perkiraan saya sekitar 3-4% (keuntungan tergerus)," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed