Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Agu 2018 17:56 WIB

Kelola Ladang di NTT, PT Garam Targetkan Produksi 19.000 Ton/Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi/detikFinance Foto: Achmad Dwi/detikFinance
Kupang - PT Garam (Persero) mengelola ladang garam di Desa Bipolo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari ladang garam ini, perseroan menargetkan produksi sebesar 1.000 ton tahun ini.

Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko menerangkan, luas ladang garam di Desa Bipolo 304 hektar (ha). Lahan tersebut sebenarnya lahan masyarakat yang kemudian dikelola PT Garam. Lahan tersebut dikuasai oleh 2 kelompok masyarakat.

"Punya masyarakat dikerjasamakan dengan kita," kata dia di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang NTT, Selasa (14/8/2018).


Dia menerangkan, ladang tersebut baru beroperasi sekitar 3 tahun. Untuk berproduksi maksimal, kata dia, paling tidak membutuhkan waktu 5 tahun.

Budi menargetkan, tahun ini ladang tersebut menghasilkan 19.000 ton garam.

"Kita 304 ha kurang lebih kapasitas terpasang nanti kalau sudah 5 tahun ke atas 30.000 ton. Tahun ini kita berharap 19 ribulah (ton)," ujarnya.



Dia melanjutkan, pengelolaan ladang garam di Desa Bipolo menggunakan skema bagi hasil. Dia bilang, 10% hasil produksi diserahkan ke masyarakat. Saat ini, harga garam Rp 1.400 per kg.

"Harga garam paling tidak Rp 1.400 per kg. Itu harga. Kalau punya produksi 10 ribu yang 10% untuk rakyat," tutupnya.


Saksikan juga video ' Garam Melonjak, Produsen Ikan Asin Menjerit ':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed