Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 26 Nov 2018 17:50 WIB

Pungutan Ekspor Berlaku Lagi Jika Harga CPO Tembus US$ 500/Ton

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Jhoni Hutapea Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk membebaskan sementara pungutan ekspor minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan turunnya. Kebijakan ini diambil karena harga CPO turun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan keputusan tersebut berlaku sementara sampai harga CPO kembali pulih ke level US$ 500 per ton.

"Artinya kalau nanti harganya baik sampai dengan menjadi US$ 500 per ton kita akan mengenakan tapi belum penuh," kata Darmin di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (26/11/2018).


Pungutan ekspor CPO dan turunannya dihapus sementara karena harga CPO berada di bawah US$ 420 per ton, ketika harga sudah menyentuh US$ 500 per ton maka pungutan kembali berlaku, namun masih separuh yaitu untuk CPO sebesar US$ 25 per ton, turunan pertama US$ 10 per ton, dan turunan kedua sebesar US$ 5 per ton.

Pungutan kembali normal, kata Darmin ketika harga CPO di atas US$ 549 per ton, di mana untuk CPO sebesar US$ 50 per ton, turunan pertama US$ 30 per ton, dan turunan kedua US$ 20 per ton.


"Hari hari ini mulai pada angka US$ 420-an, padahal US$ 530 per ton itu bertahan cukup lama, sehingga kami komite pengarah ini sudah urgency, sudah keadaan yang mendesak terutama bagi petani dan semua pemain kelapa sawit," kata Darmin. (hek/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed