Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 21:02 WIB

RI Mau Ajak Malaysia hingga Thailand Berunding Soal Harga Karet

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa Indonesia akan ajak Malaysia dan Thailand bekerja sama mengurusi harga karet. Menurutnya, kerja sama ini nantinya bisa menstabilkan harga karet.

Kerja sama tersebut dilakukan untuk menekan Singapura dan China sebagai negara penentu harga karet. Darmin ingin harga karet nilainya sesuai dengan permintaan dan penawaran di pasar.

"Kemudian coba ditelusuri, di mana ditentukan harga karet itu? Ternyata di dua tempat di bursanya Singapura, kedua di Cina, Shanghai. Kelihatannya ada yang perlu dibicarakan dengan mereka supaya harga itu ya sesuai supply demand," ungkap Darmin di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1/2019).



Untuk itu menurutnya Indonesia butuh bekerja sama dengan Malaysia dan Thailand. Menurut Darmin pihaknya telah berkomunikasi dengan dua negara tersebut.

"Kita sedang galang komunikasi dengan Thailand baik pemerintahnya maupun asosiasi, begitu juga dengan Malaysia. Kita perlu duduk bersama, untuk kemudian mengambil langkah supaya mekanismenya lebih benar," ungkap Darmin.



Menurut Darmin harga karet menurun karena ada spekulan yang memainkan informasi. Salah satunya dengan membandingkan hasil karet dari Indonesia dengan Cina.

"Ada spekulan banyak yg memainkan informasi. Cina pun produsen karet walaupun karetnya beda dengan kita, komplikasi muncul termasuk karena itu, informasi tentang karet dia dan punya kita," ucap Darmin. (dna/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed