CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Mar 2019 16:46 WIB

Kemenperin Sebut Kantong Plastik Berbayar Bisa Ganggu Industri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Tas plastik di AS (Reuters) Foto: Tas plastik di AS (Reuters)
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) dengan tujuan menekan penggunaan plastik bisa mengurangi pendapatan negara dari industri plastik.

Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan pada 2018 plastik dan karet telah berkontribusi sebanyak Rp 92,7 triliun untuk Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut tumbuh 6,29% dari tahun sebelumnya.

"Terkait biaya dan lain-lain dan beban plastik harus dilihat secara utuh. PDB plastik dan karet menyumbang 92,7 triliun dan tumbuh 6,92% di tahun 2018," ungkap Taufik kepada detikFinance, Senin (4/3/2019).

Dengan potensi tersebut, menurut Taufik sangat sayang apabila industri plastik justru diganggu dengan keputusan yang tidak sejalan dengan perkembangannya.

Dengan adanya kebijakan KPTG yang menekan pemakaian plastik maka hal tersebut pun dapat mengganggu pemasukan negara dari komoditas plastik.

"Jika industri (plastik) diganggu dengan keputusan keputusan yang tidak inline dengan kemajuan industri, maka tentu upaya meningkatkan PDB dan pajak dari sektor plastik juga akan terganggu," ungkap Taufik.


Taufik Bawazier mengatakan jangan sampai tujuan untuk mengurangi sampah plastik dilakukan dengan cara yang mengganggu industri plastik itu sendiri.

Dia menyarankan untuk mengganti segala upaya yang kontra dengan pertumbuhan industri plastik. Karena menurutnya upaya tersebut justru tidak efektif.

"Saran saya, upaya upaya kontraproduktif seperti larangan plastik, plastik berbayar, cukai, dan lain-lain seharusnya diganti," ungkap Taufik.

Lebih lanjut menurutnya apabila ingin memaksimalkan pengurangan sampah plastik harusnya upaya yang dilakukan adalah dengan menggenjot pengelolaan sampah plastik bukan dengan menekan penggunaannya.

"(Diganti) Dengan upaya upaya pengelolaan sampah plastik yang baik. Sehingga tujuan pengurangan sampah plastik dapat dicapai tanpa mengganggu industri plastik," ungkap Taufik.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed