Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Mar 2019 17:07 WIB

Jokowi ke Petani: Kalau Harga Anjlok yang Dimarahi Saya

Andhika Prasetia - detikFinance
Palembang - Presiden Jokowi menginstruksikan para bawahannya untuk mengatur tata kelola industri karet. Dia ingin agar karet yang ditanam di dalam negeri dapat dinikmati bersama baik oleh petani maupun para pengusaha swasta.

Hal itu disampaikannya di depan para petani karet saat kunjungan kerja di Sumatera Selatan.

"Saya itu sudah dikejar kejar oleh pak Gubernur (Sumsel) ketemu petani karet. Namun saya minta, bentar, jalan keluarnya apa," kata Jokowi di Kantor Balai Penelitian Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Jokowi bilang produksi kelapa sawit Indonesia merupakan salah satu yang terbesar. Namun tak dapat dinikmati hasilnya dengan optimal oleh para petani.

"Produksi kita besar sekali. Pas ramai, harga sawit tinggi, ramai-ramai nanam sawit. Petani nanam sawit, swasta nanam sawit. Begitu produksi tinggi, harga ambles. Bareng-bareng sakit semua. Cabai juga sama. Harga bagus ramai-ramai nanam," kata Jokowi.

"Kalau harga anjlok, yang dimarahi saya. Ya nggak apa-apa. Mengendalikan ini yang tidak gampang. Contoh banyak petani yang nanya. Pak, harga beras minta naik. Ya nggak apa-apa, tapi kalau dinaikkan yang ngamuk ibu-ibu. Tidak mudah," tambahnya.


Jokowi bilang serba salah jika harga naik, karena konsumen akan menggerutu. Namun jika harga murah, petani yang ketiban sial.

"Makanya tugas pemerintah menyeimbangkan tidak mudah," ungkapnya.

Perasaan serba salah itu jika dirasakan Jokowi saat bertemu para petani yang ada di daerah. Termasuk saat dia baru saja dilantik menjadi Presiden ketika berkunjung ke Dompu, Nusa Tenggara Barat.

"Saya baru dilantik jadi presiden sudah dimarahi. 3 bulan setelah itu saya rancang harga jagung minimum 2.700 HPP. Ternyata itu bisa menyeret. Jagung bisa Rp 3.500 per kg. Namun begitu harga tinggi berbondong bondong orang nanam jagung. Akibatnya harga turun lagi. Ini lah problem kita," kata Jokowi.

Jokowi pun berjanji untuk segera menuntaskan persoalan ini. Menteri Pertanian ditugaskan untuk mencari solusi terkini mengenai masalah optimalisasi lahan pertanian yang dimiliki petani.

"Karet kita harapkan, akan kami atur agar jangan produksi kita terlalu banyak. Mestinya sebagian lahan yang belum ditanam karet akan diarahkan ke dalam tanaman yang memiliki nilai tinggi dan pasarnya masih memerlukan dan juga menunggu jangka waktu lama. Kita akan melihat cocoknya daerah ini apa. Daerah itu apa. Akan diberikan bibit," ungkapnya.


Saksikan juga video 'Kasihan, Petani di Ponorogo Gagal Panen Akibat Banjir':

[Gambas:Video 20detik]


Jokowi ke Petani: Kalau Harga Anjlok yang Dimarahi Saya
(eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com