Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Jul 2019 18:55 WIB

Dari Thailand, Sharp Relokasi Pabrik Mesin Cuci ke Karawang

Nurcholis Ma - detikFinance
Foto: Nurcholis Marif Foto: Nurcholis Ma'rif
Jakarta -

Sharp Corporation memindahkan lini produksi mesin cucinya dari Thailand ke Indonesia. Hal ini ditandai dalam seremoni peluncuran lini produksi baru mesin cuci di pabrik PT Sharp Electronics Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat.

Acara peluncuran tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto dan dihadiri Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangungan, Dady Iskandar, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tadayuki Miyashita, dan jajaran manajemen Sharp Corporation.

CEO PT Sharp Electronics Indonesia, Tadashi Ohyama mengatakan bahwa penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor.

Menurutnya, mesin cuci Sharp merupakan salah satu kategori produk unggulan yang memiliki banyak fitur dan desain serta diminati pasar Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timur Tengah, dan negara lainnya.

"Hadirnya lini produksi terbaru diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global. Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, semoga kami bisa membuktikan kesiapan baik produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaing di kancah internasional," ucap Ohyama di Pabrik Sharp Karawang, Selasa (16/7/2019).

Sementara itu, National Senior Sales General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo mengatakan bahwa relokasi lini produksi dari Thailand ke Indonesia merupakan permintaan pihaknya ke Sharp Corporation.

Sebelum relokasi, pihaknya juga melakukan kesepakatan dengan Sharp Corporation dengan tetap menjaga kualitas dan kuantitas produksi mesin cuci serta memunculkan inovasi yang baru. Salah satu upayanya yaitu produksi mesin cuci satu tabung yang menurut Andry punya potensi pasar yang besar.

"Waktu itu kita minta produksi di Indonesia, dari pada impor terus beban di cost dan ga sehat. Akhirnya bikin kesepakatan (sama pusat Sharp Corporation) pembuatan mesin cuci untuk menjaga kualitas dan kuantitas yang banyak. Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia sendiri," ucap Andry.

Andry juga mengatakan pasar mesin cuci satu tabung di Indonesia masih rendah dan pihaknya akan mengambil target pasar tersebut. Ia memperkirakan bahwa pengguna mesin cuci dua tabung akan segera berpindah ke mesin cuci satu tabung karena keefektifan penggunaannya.

Dengan dibukanya lini produksi baru ini, ia juga menyebut Sharp Indonesia akan memproduksi mesin cuci satu tabung 400 ribu unit per tahunnya dan target ekspor produk Sharp ke pasar ASEAN mencapai 20% sampai 30%.

"Kita melihat penetrasi mesin cuci dua tabung di Indonesia sudah tinggi, tapi yang satu tabung masih di bawah 20%. Dan ke depan yang dua tabung bakal pindah ke satu tabung. Masukin baju, taruh sabun, pencet satu tombol, bisa ditinggalin sambil ngerjain yang lain. Prosesnya otomatis. Kalau ga full auto, harus ditungguin," ucap Andry.


Sementara itu, dengan dibukanya lini baru produksi mesin cuci ini, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mendorong PT Sharp Electronics Indonesia untuk meningkatkan produk ekspornya yang saat ini masih di angka 3%. Menurutnya, peningkatan produk ekspor ini, terutama produk elektronik, untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

"Kami mengucapkan terima kasih atas penambahan lini produksi mesin cuci top loading oleh PT Sharp Electronics Indonesia. Ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar ekspor," ucap Airlangga.

Pabrik mesin cuci Sharp di Indonesia beroperasi pertama kali pada tahun 2008 di Pulogadung. Pabrik ini lalu direlokasi ke KIIC pada tahun 2013 dengan produksi mencapai 1,2 juta unit mesin cuci per tahun.

Atas pencapaian tersebut, Sharp Indonesia menambah lini produksi baru mesin cuci satu tabung dengan sistem full auto. Mesin cuci satu tabung ini terdiri dari 14 model dengan kapasitas cuci 8-12 kilogram, termasuk mesin cuci megamouth gold series yang dibalut dengan warna emas dan diproduksi terbatas 2 ribu unit saja

Selain di produksi dalam negeri, mesin cuci satu tabung dengan sistem full auto juga kental dengan fitur lokal yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Misalnya, mampu menghemat air lebih besar hingga 50%, mampu bekerja dalam kondisi tekanan air yang rendah, hingga mengantisipasi tegangan listrik yang tidak stabil. Adapun harga satuan mesin cuci ini kisaran Rp 2,4 juta sampai Rp 4 juta.


Dari Thailand, Sharp Relokasi Pabrik Mesin Cuci ke Karawang


(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com