Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Sep 2019 13:36 WIB

Jokowi Mau Genjot Ekspor Sawit ke China Demi Tekan Defisit

Andhika Prasetia - detikFinance
Foto: Agus Setyadi/detikcom Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan China saat bertemu Penasehat Hubungan Luar Negeri Presiden China Song Tao. Jokowi berharap ekspor produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari Indonesia ke China meningkat.

"Secara khusus bidang perdagangan, presiden berharap impor Tiongkok CPO ditingkatkan dan juga berbagai komoditas lain seperti buah-buahan dan akuatik," kata Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019).

Selain melalui peningkatan ekspor CPO, Jokowi juga berharap adanya peningkatan kerja sama kedua negara di Belt and Road Initiative (BRI) dan Poros Maritim Indonesia.

"Khusus mengenai investasi yang sifatnya lebih infrastruktur, presiden berharap bahwa upaya-upaya yang sudah dilakukan bisa dilanjutkan kembali, termasuk sinergi antara BRI, Belt and Road Initiative dengan poros maritim Indonesia," ujar Fachir.


Jokowi berharap kerja sama bidang perdagangan ini mengurangi dampak defisit perdagangan Indonesia dengan China. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai defisit perdagangan Indonesia-China mencapai US$18,4 miliar pada tahun lalu.

"Secara khusus presiden berharap mudah-mudahan kerja sama bidang perdagangan ini bisa mengurangi dampak dari defisit Indonesia dengan Tiongkok," kata Fachir.



Jokowi Mau Genjot Ekspor Sawit ke China Demi Tekan Defisit


Simak Video "Indonesia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(dkp/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com