Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Nov 2019 14:04 WIB

Jokowi Malu Masih Impor Pacul, Airlangga: Industri RI Bisa Produksi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Airlangga Hartarto (Antara Foto) Foto: Airlangga Hartarto (Antara Foto)
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan mencari cara bagaimana menyerap produksi pacul yang belakangan ini membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) malu. Airlangga mengatakan akan mencari cara bagaimana meningkatkan penyerapan produksi pacul tanah air.

"Kalau sekarang kapasitas nasional terserap kira-kira 500 ribu, nanti kita tingkatkan bagaimana dengan Tim TKDN bagaimana usernya ditambah," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Airlangga mengungkapkan bahwa industri dalam negeri bisa memproduksi pacul sesuai kebutuhan yang ada. Salah satu yang mampu memproduksi pacul adalah BUMN, Barata.

"Cangkul itu urusan teknis. Kalau industri dalam negeri kan secara teknis bisa memproduksi, dan itu tentunya bagian yang diperlukan adalah seperti yang disampaikan Pek Presiden, Kementerian yang bisa menyerap cangkul, kalau urusan produksi Barata bisa produksi," jelas dia.


Meski demikian, Airlangga mengaku bahwa yang berperan penting dalam produksi pacul dalam negeri adalah pembelinya.

"Kemudian industri kecil di Jawa Barat siapa, tapi yang paling penting offtaker-nya," ungkap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku malu lantaran masih banyaknya barang impor yang masuk Indonesia. Lebih malu lagi, barang yang diimpor ternyata barang sederhana seperti pacul.

"Urusan pacul, cangkul, masak masih impor!" tegas Jokowi dalam pidatonya saat membuka acara tersebut.

Ia pun lalu menantang pejabat terkait untuk mendorong pertumbuhan industri usaha kecil dan menengah yang bisa memproduksi barang-barang sederhana tersebut.



Simak Video "Jokowi Malu Pacul Masih Impor, Sandiaga: Ironis Memang"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com