Perangi Sampah Plastik, Starbucks Uji Coba Gelas Baru

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 12:06 WIB
starbucks
Foto: Istimewa
Jakarta -

Starbucks mulai menguji coba gelas baru yang dapat didaur ulang dan kompos di beberapa lokasi di New York, San Fancisco, Seattle, London dan Vancouver pada Senin (9/3/2020).

Versi baru cangkir ini masih dibuat dari kertas, dan harus terlihat dan terasa sama dengan cangkir Starbucks tradisional. Tapi di dalam, dilapisi dengan liner kompos, bukan plastik yang digunakan di cangkir kertas biasa Starbucks. Itu berarti cangkir baru dapat dibuat kompos industri, tidak seperti cangkir yang digunakan Starbucks saat ini.

"Pelanggan tidak akan melihat perbedaan nyata dari cangkir saat ini," kata pihak Starbucks kepada CNN Business seperti dikutip detikcom, Selasa (10/3/2020).

Starbucks sudah puluhan tahun berusaha mengurangi bahan dasar plastik dan berencana mengganti dengan cangkir yang lebih ramah lingkungan. Kesulitan utama pada pembuatan gelas kertas berlapis plastik ringan, dapat ditumpuk, dan secara efektif mencegah cairan merembes keluar.

Selain itu, menemukan alternatif yang fungsional dan hemat biaya sulit. Tanpa pasar luas untuk cangkir yang dapat didaur ulang, tidak ada insentif untuk membuat versi murah dalam skala besar.

Dilansir dari CNN Business, Starbucks dengan sengaja menguji cangkir baru di kota-kota dengan fasilitas daur ulang yang dapat melakukannya. Tetapi infrastruktur daur ulang di Amerika Serikat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, dan sulit untuk mengetahui apakah sesuatu yang dapat didaur ulang benar-benar didaur ulang.

Starbucks tahun lalu mengumumkan akan menguji cangkir yang lebih ramah lingkungan dan masih mencari solusi potensial lainnya.

Gelas yang dapat digunakan kembali adalah cara sederhana untuk mengurangi limbah plastik. Sampai baru-baru ini, Starbucks menawarkan sedikit diskon ketika pelanggan membawa mug mereka sendiri untuk mendorong perang sampah plastik.

Tetapi, Starbucks telah menghentikan kebijakan itu, untuk sementara waktu dan melarang penggunaan cangkir pribadi karena masalah kebersihan saat virus korona terus menyebar.



Simak Video "Indonesia Akan Belajar Tangani Sampah dari Swedia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)