Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 13:49 WIB

Gula Langka, Pemerintah Janji Kucurkan 420.000 Ton

Vadhia Lidyana - detikFinance
Harga Gula di Surabaya Naik Ilustrasi gula/Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Pemerintah sudah menggelontorkan 33.000 ton gula untuk ritel modern di wilayah DKI Jakarta. Namun, stok gula di luar wilayah DKI Jakarta masih langka.

Untuk menangani kelangkaan stok, pemerintah akan menggelontorkan hingga 420.000 ton gula untuk dipasok secara nasional. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan, pasokan tersebut berasal dari Kota Dumai, dan juga importasi gula yang dilakukan oleh 3 BUMN.

"Untuk nasional, pemerintah melalui Menteri Perdagangan (Mendag), kita sudah mengambil kebijakan dari rakortas untuk penyediaan gula dari Dumai 20.000 ton. Kemudian impor oleh BUMN dalam hal ini adalah Perum Bulog, PT Berdikari, dan PPI itu 150.000 ton," terang Agung ketika dihubungi detikcom, Selasa (24/3/2020).


Selain itu, pemerintah juga mengizinkan pengalihan pemakaian gula rafinasi menjadi gula konsumsi sebanyak 250.000 ton. Namun, pengalihan ini masih membutuhkan izin Badan POM yang sedang diproses.

"Kemudian pengalihan dari rafinasi ke gula konsumsi 250.000 ton. Ini akan dipercepat izin edarnya dari BPOM, kita minta BPOM mempercepat izin edarnya. Mudah-mudahan dalam minggu ini dipercepat izin edarnya," imbuh Agung.

Ia berharap, dengan total pasokan gula untuk nasional sebesar 400.000 ton itu, kebutuhan gula akan terpenuhi hingga Mei 2020.

"Jadi nggak perlu panic buying-lah gula, itu saya rasa cukup. Dan kita mau masuk musim giling di Juni, jadi April-Mei sudah aman," jelas dia.

Stok gula langka di luar Jakarta, contohnya di Bekasi dan Banda Aceh. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com