Ada Corona, Hyundai Jadi Bangun Pabrik Mobil Listrik di RI?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2020 21:30 WIB
pabrik hyundai
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta -

Perusahaan raksasa asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai melakukan investasi senilai US$ 1,55 miliar di Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik. Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia proyek tersebut dipastikan tetap lanjut di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Dia mengatakan Indonesia dan Korsel sudah berkomitmen sejak awal untuk mengawal, membantu dan memfasilitasi seluruh investor Korsel yang ada di Indonesia. Itu termasuk pembangunan pabrik mobil Hyundai yang direncanakan dalam kurun waktu 2 tahun.

"Komitmen pendirian pabrik ditandatangani pada saat saya mendampingi Presiden Joko Widodo ke Korea tahun lalu. Hari ini kita lihat jelas, sekalipun di tengah pandemi COVID-19, tetapi mereka mampu menjalankan proyeknya, tentu dengan memperhatikan SOP oleh pemerintah. Ini harusnya dijadikan contoh bagi industri atau investor lain yang tengah menjalankan usaha di Indonesia, bahwa di tengah COVID-19 bukan berarti usahanya tidak jalan, semuanya jalan," kata Bahlil melalui keterangan tertulis, Jumat (17/4/2020).

Dia menilai proyek tersebut penting untuk tetap berjalan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tapi saya sangat mengapresiasi karena Hyundai tetap menargetkan akan sudah berproduksi pada Desember 2021. Kita akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang akan menghasilkan mobil listrik. Kita harus dukung," lanjutnya.

Presiden Hyundai Asia Pasific Lee Young Tack menerangkan bahwa pihaknya memahami saat ini merupakan situasi sulit yang dihadapi oleh Indonesia dan dunia. Tapi semua rencana perusahaan akan tetap dijalankan tanpa penundaan.

Hyundai akan memulai produksi komersialnya Desember 2021 dengan kapasitas 150.000 unit per tahun dan ditargetkan mencapai 250.000 unit per tahun ketika mencapai kapasitas penuh.

Nantinya perusahaan juga akan mengekspor produknya ke pasar utama di kawasan Asia Pasifik, terutama Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

"Karena dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia, terutama BKPM, tidak ada masalah dalam proyek kami. Terima kasih banyak. Kami akan menjalankan proyek ini sesuai yang direncanakan, dan akan mulai berproduksi pada Desember 2021. Indonesia penting untuk Hyundai karena potensi dan kapasitasnya yang sangat besar. Indonesia akan menjadi basis pusat produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN, dan kami akan ekspor juga ke negara-negara Asia Pasifik," tambahnya.



Simak Video "Tambah 2.473, Kasus Corona RI Jadi 121.226"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)