Menperin 'Colek' Mendag, Minta Larangan Ekspor Masker cs Dicabut

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 08:45 WIB
Merebaknya penyebaran virus corona jenis baru membuat permintaan masker semakin meningkat. Pabrik pembuatan masker di Surabaya pun banjir orderan.
Ilustrasi/Foto: Deny Prastyo Utomo
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan Indonesia bakal surplus alat-alat kesehatan, meliputi masker hingga alat pelindung diri (APD).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan proyeksi surplus tersebut berdasarkan data yang diolah Kemenperin bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Terjadi surplus produksi sampai dengan Desember 2020 sebesar 1,9 miliar pcs untuk masker bedah, 377,7 juta pcs untuk masker kain, 13,2 juta pcs untuk pakaian bedah atau surgical gown, kemudian 356,6 juta pcs pakaian pelindung medis atau coverall," kata dia dalam Webinar di saluran YouTube Kemenperin, Selasa (9/6/2020).

Surplus alat kesehatan tersebut didorong oleh pelaku industri tekstil yang turut memproduksi masker dan APD.

"Industri tekstil dan produk tekstil atau TPT ini berupaya mempertahankan kinerja industrinya dengan melakukan diversifikasi produk dan membantu pemenuhan APD dan masker untuk tenaga medis, serta memproduksi masker dari kain sehingga terjadi peningkatan signifikan pada produksi coverall, surgical gown, dan surgical mask," jelasnya.

Atas adanya surplus produksi alat kesehatan tersebut, pihaknya akan mendorong ekspor ke negara-negara lain yang membutuhkan. Dia menggarisbawahi bahwa ekspor ini dilakukan dengan mempertimbangkan sudah terpenuhinya kebutuhan dalam negeri.

Dia meminta Menteri Perdagangan mencabut larangan ekspor.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Visualisasi Ini Tunjukkan Jenis Masker Paling Ampuh Menahan Droplet"
[Gambas:Video 20detik]