RI Butuh Banyak Vaksin, Luhut Langsung Lobi Arab

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 08:15 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Airlangga mengatakan pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan banyak perusahaan untuk memproduksi vaksin. Dengan kerja sama itu, diharapkan pada kuartal I-2020 vaksinasi sudah bisa dilaksanakan.

Menurutnya, berbagai produk vaksin yang sudah dikerjasamakan ini juga sebagai upaya pemerintah menghentikan laju penyebaran COVID-19 serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Dia bilang, dampak pandemi COVID-19 telah menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di beberapa daerah yang selama ini berkontribusi besar. Seperti Bali minus 10%, DKI Jakarta minus 8,22%, Jawa Timur minus 5,9%, Jawa Barat minus 5,8%, dan Jawa Tengah minus 5,94%.

"Apa yang dilakukan pemerintah untuk stop pandemi, salah satunya diperoleh akses vaksin. Pemerintah sudah uji klinik vaksin yang sedang berlangsung. Tidak hanya di Indonesia tapi China, Brasil, Bangladesh. Diharapkan selesai Desember," ungkapnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, mendapat tugas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menangani Corona di 8 provinsi menyumbang besar kasus COVID-19 di tanah air.

Sebanyak 8 provinsi itu adalah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Menurut Luhut, pengendalian penyebaran Corona akan lebih mudah jika vaksinnya sudah ditemukan atau didapat.

"Data terakhir mengenai Indonesia masalah COVID di 8 provinsi, 75% dari kasus nasional. Jadi kalau kita pakai strategi kita atasi itu, menurut saya terkendali sampai dapat vaksin," ungkapnya.

Halaman


Simak Video "Pulang dari AS, Luhut Bawa Kerja Sama Pfizer-Bio Farma"
[Gambas:Video 20detik]

(hek/eds)