ADVERTISEMENT

Alasan di Balik Vaksin China Jadi Prioritas

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 07:00 WIB
Vaksinasi COVID-19 terhadap tenaga medis di RSD Wisma Atlet Kemayoran mulai dilakukan. Vaksinasi kepada ribuan tenaga kesehatan itu dilakukan bertahap.
Foto: Pradita Utama

Bio Farma telah menyelesaikan produksi 3 juta vaksin virus COVID-19 menggunakan bahan baku yang diimpor dari Sinovac, China.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.

"Sampai hari ini saya dapat laporan terakhir sudah ada 3 juta dosis yang sudah selesai diproduksi dan proses quality control untuk nanti bisa dikirimkan ke BPOM untuk mendapatkan load release. Baru bisa didistribusikan kalau sudah mendapatkan lot release dari BPOM," kata dia kemarin.

Indonesia sendiri sudah mengimpor bahan baku atau bulk vaksin virus Corona sebanyak 15 juta pada 12 Januari.

"Dari total 140 juta supply kita terhadap bulk ini, 15 juta dosis sudah datang 12 Januari lalu menggunakan Garuda, dan kita sudah mulai melakukan produksinya dari tanggal 14 Januari. Jadi, dalam seminggu ada 3 batch proses produksi kita, 1 batch itu kira-kira 1 juta dosis," jelasnya.

Untuk 140 juta bulk vaksin tiba di Indonesia seluruhnya, dia memperkirakan akan selesai dalam 1 semester ini. Pihaknya berupaya mempercepat pengadaan vaksin.

"Kedatangan berikutnya 140 juta dosis akan datang dalam waktu 1 semester. Jadi, kita lakukan percepatan karena rencana awalnya selama 10 bulan dari 14 juta dosis itu, tapi kita yakinkan untuk bisa percepat karena kebutuhan kita untuk program vaksinasi juga cukup tinggi," tambahnya.


(toy/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT