Bahan Baku Tekstil Langka, Pelaku IKM Ramai-ramai Minta Solusi Pemerintah

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 09:31 WIB
Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) tekstil dan sarung Majalaya, Kabupaten Bandung menjerit dikala pandemi COVID-19.
Foto: Wisma Putra

Disamping Itu dengan adanya pandemi Covid-19 yang secara langsung berimbas kepada kemampuan produksi dari pabrikan lokal yang semakin menurun, dirasa masih tidak mampu untuk membendung kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku dari jenis jenis tersebut.

Secara umum jenis kain yang mengalami kelangkaan adalah jenis kain yang digunakan sebagai bahan baku untuk pakaian jadi, keperluan batik, pakaian jadi berkualitas, dan konveksi adalah kain finished/jadi. Kain jadi adalah kain greige/blacu yang telah melalui proses pemasakan, pemutihan, pencelupan, pewarnaan, dan pencapan. Kain greige/blacu merupakan bahan baku utama kain jadi.

Saat ini tidak hanya beberapa pabrikan pakaian jadi dan batik kekurangan kain jadi, tetapi juga pabrikan printing (pencapan) kekurangan kain jadi. Kekurangan bahan baku kain ini sebenarnya adalah sebuah permasalah klasik, karena selain permasalahan yang disebakan oleh diberlakukannya safeguard dan juga pandemi covid-19 yang belum berakhir, masalah ini selalu terjadi sebagai akibat tidak adanya keterbukaan informasi tentang kapasitas dan kemampuan produksi aktual dari produsen hulu nasional. Dampaknya adalah pola produksi industri hulu tidak terintegrasi dan tidak tersistem dengan kebutuhan kain di pabrikan pakain jadi, konveksi, keperluan batik, dan pabrikan printing.

Terkait permasalahan tersebut, sangatlah amat disayangkan karena sebenarnya hal yang harus disadari oleh kita bersama bahwa ujung tombak nilai penjualan terbesar dari industri tekstil dan pakaian jadi nasional adalah pabrikan pakaian jadi, keperluan batik, dan juga para pelaku IKM konveksi, termasuk penyerapana tenaga kerja yang besar pada industri tersebut.

Dalam hal ini juga Pemerintah telah memberikan anjuran agar para pelaku IKM dapat berkreatifitas dan memanfaatkan peluang pasar E-commerce yang tengah marak saat ini sebagai salah satu solusi penjualan barang brang produk mereka, namun jika menelisik kembali permasalahan utama terkait kelangkaan bahan baku tersebut, hal ini menjadi sebuah hambatan yang sangat besar bagi para pelaku IKM khususnya di sektor konfeksi untuk dapat memproduksi barang mereka dan kemudian melakukan penjualan melalui platform E-commerce.

Seperti yang dianjurkan pemerintah, Maka dengan itu peran Pemerintah dan Instansi terkait untuk dapat berperan aktif dalam mencari solusi yang dapat membuat kebijakan nyata, juga tindakan yang tepat guna menyelesaikan permasalahan ini sangatlah dibutuhkan, agar baik pelaku industri tekstil lokal baik di sektor hilir dan juga para pelaku IKM dapat merasakan situasi iklim usaha yang baik di masa yang akan datang.


(fdl/fdl)