Pabrik Gula RI Banyak yang Sudah 'Bangkot', Usianya 2 Abad Lebih

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 13:39 WIB
Salah satu pabrik gula (PG) yang dibangun masa kolonial adalah PG Delanggu. Namun kini pabrik yang terletak di Desa/ Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah itu tinggal sisa bangunan-bangunan tua yang dimakan jaman. PG tersebut menurut catatan dibangun tahun 1917. Pada tahun 1933, pabrik berhenti beroperasi karena dampak krisis ekonomi malaise.
Ilustrasi/Foto: Achmad Syauqi

Secara garis besar, pembentukan SugarCo ini ada beberapa tahapan. Sebutnya, pembentukan SugarCo di mana SGN memperoleh inbreng dari 35 pabrik gula. Setelah itu, PTPN gula melakukan spin off aset dan liabilitas binis gula sehingga PTPN III menjadi pemegang saham SugarCo.

"Setelah itu baru kita divestasi 49%. Jadi tebunya atau lahannya tidak kita divestasi, hanya pabriknya saja, di mana kita tetap mayoritas, tapi perusahaan ini nantinya bekerjsama dengan PTPN pemilik HGU menggunakan organisasi PTPN lama untuk menanam dan mengelola tebunya. Tebunya setelah panen dikirim ke PG-PG yang di dalam lingkungan PT SGN," terangnya.

Terangnya, dalam mengundang investor ada sejumlah ketentuan yang diberikan. Paparnya, calon investor memiliki keahlian dalam meningkatkan produktivitas (on farm), inovasi pabrik kelas dunia (off farm), akses ke industri global, serta memiliki pengalaman pendukung lain seperti industri turunan gula.

Terpenting, kata dia, punya dana. Sebab, SugarCo nantinya membutuhkan dana di atas Rp 20 triliun untuk membangun pabrik gula baru. Sebab, banyak pabrik PTPN yang berusia tua, bahkan ada yang dibangun di tahun 1800-an.

"Karena harus dibangun pabrik baru, karena beberapa pabrik lama terlalu kecil kapasitasnya dan teknologinya sudah mungkin 150-200 tahun. Banyak yang pabrik-pabrik kami yang 1800-an dibangun. Jadi kalau diperbaiki, direvitalisasi itu sudah menurut saya nggak mungkin juga. Jadi harus dibongkar, ganti yang baru. Dan beberapa tempat akan kita bangun pabrik baru," paparnya.


(acd/eds)