Revamping Ammonia Pabrik-2 Kaltim Dinilai Mampu Dukung Industri Pupuk RI

Revamping Ammonia Pabrik-2 Kaltim Dinilai Mampu Dukung Industri Pupuk RI

Inkana Putri - detikFinance
Kamis, 29 Jan 2026 14:30 WIB
Revamping Ammonia Pabrik-2 Kaltim Dinilai Mampu Dukung Industri Pupuk RI
Foto: Inkana Putri/detikcom
Bontang -

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meresmikan Revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur. Proyek ini pun dinilai mampu mendukung industri pangan dan pupuk nasional.

Dalam proses revamping, Pupuk Kaltim melakukan pembaruan teknologi proses pada shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi pabrik.

Selain itu, dilakukan juga penerapan otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui Distributed Control System (DCS) untuk menggantikan sistem pneumatik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai proses revamping Ammonia Pabrik-2 menjadi upaya dalam mewujudkan industri pupuk sekaligus mewujudkan swasembada pangan.

"Capaian ini adalah merupakan gagasan besar Bapak Presiden, yaitu Indonesia jadi lumbung pangan dunia. Syarat menjadi lumbung pangan dunia kita harus merevitalisasi industri pupuk kita. Hari ini kita sudah mencapai swasembada pangan berkat dari hasil revitalisasi industri pupuk kita," ujar Amran di lokasi peresmian, Kamis (29/1/2026).

ADVERTISEMENT

Investasi Jangka Panjang Kedaulatan Pangan

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto mengungkapkan Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim ini bukan sekedar fasilitas industri, namun juga bagian penting dari sejarah ketahanan pangan bangsa.

"Selama lebih dari 4 dekade, pabrik ini telah menjadi penopang penyediaan Ammonia sebagai bahan baku strategis pupuk nasional yang menjaga produktivitas pertanian, serta penghidupan jutaan petani Indonesia," papar Titiek.

"Revamping pabrik Ammonia ini bukan sekedar pembaruan teknologi. Ini adalah keputusan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus transformasi industri pupuk agar lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan," lanjutnya.

Titiek menilai momentum ini juga selaras dengan agenda bangsa Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ia pun fasilitas ini dapat semakin memperkuat kemandirian industri pupuk nasional, menopang produktivitas pertanian, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan bangsa Indonesia.

"Bagi kami di Komisi IV DPR RI, industri pupuk bukan sekedar urusan bisnis, ini menyangkut nasib petani dan masa depan pangan bangsa. Oleh karena itu, revamping ini kami pandang sebagai investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan nasional dan kemandirian industri strategis," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menegaskan Kota Bontang sejak lama telah menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional

"Meskipun sawah kami tidak luas, tetapi dari Kota Bontang, kita mendistribusikan pupuk tidak hanya di seluruh negeri ini, tetapi sampai ke luar negeri, bahkan sampai ke Amerika Latin. Jadi, pupuk yang ada di Pupuk Kaltim Bontang ini sangat tersohor," jelasnya.

Rudy mengungkapkan Revamping Ammonia Pabrik-2 menjadi langkah strategis dalam menjaga pasokan pupuk nasional. Ia pun menegaskan kesiapan Kalimantan Timur dalam mendukung industri pupuk sekaligus mewujudkan swasembada pangan.

"Revamping ini tentu bukan hanya sekedar mengganti mesin yang sudah uzur, tetapi juga bagaimana efisiensi energi dan penurunan emisi. Ini juga menjadi upaya menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk bagi petani Indonesia. Dalam konteks ketahanan pangan, pabrik ammonia ibarat dapur nasional. Tentu dapurnya harus modern, lebih efisien, bersih," paparnya.

"Kami Kalimantan Timur ingin menegaskan siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri berbasis pupuk dan juga sebagai wilayah pengembangan pangan baru sejalan dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara," pungkasnya.




(anl/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads