RI Bakal Punya Pabrik Ekstrak Herbal Terbesar, Mau Kurangi Impor Bahan Baku

RI Bakal Punya Pabrik Ekstrak Herbal Terbesar, Mau Kurangi Impor Bahan Baku

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2026 14:55 WIB
Pabrik
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat produksi ekstrak bahan baku alam dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Pabrik berdiri di atas lahan 23.235 meter persegi, mencakup fasilitas produksi, laboratorium riset, dan gudang terintegrasi. Perusahaan menyebut fasilitas ini menjadi basis operasional jangka panjang dengan standar produksi untuk menjaga kualitas dan konsistensi produk.

Peresmian dilakukan Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa bersama perwakilan Badan POM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perindustrian. Kehadiran pemerintah menunjukkan dorongan terhadap penguatan industri farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kebutuhan bahan baku alam untuk sektor tersebut masih banyak dipenuhi dari impor. Pabrik ini diharapkan bisa menekan ketergantungan tersebut sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya hayati dalam negeri.

Produk perusahaan seperti ekstrak kunyit dan temulawak telah diekspor sejak 1992. Hingga kini, produk sudah masuk ke lebih dari 16 negara.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, mengatakan pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

"Peresmian Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset. Kami percaya bahwa herbal Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi solusi kesehatan global, selama dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kami ingin mengubah paradigma bahwa herbal bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan bagian dari sains modern yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional."

Dari sisi regulator, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Mohamad Kashuri, menilai fasilitas ini menunjukkan perkembangan industri obat bahan alam di dalam negeri.

"Pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi. Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. Kami melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten, yang menjadi kunci dalam menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat produk. BPOM akan terus mendukung penguatan industri berbasis riset agar mampu bersaing di tingkat global," jelasnya.

Perusahaan juga mengembangkan riset melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Kolaborasi dilakukan dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Indonesia untuk pengembangan produk berbasis bahan alam.

Saat ini, Phytochemindo memiliki lebih dari 300 produk dan telah mengekspor ke lebih dari 16 negara. Ke depan, penguatan produksi dalam negeri diharapkan bisa meningkatkan daya saing sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads