Purbaya Sebut Rencana Legalisasi Rokok Ilegal Masih Tunggu Restu DPR

Purbaya Sebut Rencana Legalisasi Rokok Ilegal Masih Tunggu Restu DPR

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2026 19:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Juda Agung serta pimpinan Kemenkeu  memberikan  paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu Jakarta, Selasa  (5/5/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta -

Rencana penambahan layer tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk menekan peredaran rokok ilegal belum terlaksana. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pemerintah masih menunggu pembahasan dan persetujuan dari DPR RI.

Purbaya menjelaskan, dirinya harus menghadap ke DPR untuk mendiskusikan rencana tersebut. Meskipun, pembicaraan informal antara Purbaya dan DPR sebenarnya telah dilakukan.

"Belum, belum (diputuskan). Saya mesti ngadep DPR dulu untuk diskusi. Sudah ngomong di belakang tapi resminya belum, yang official belum, tapi bicara di belakang sudah," kata Purbaya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, draf aturan terkait penambahan layer cukai sudah disiapkan Kementerian Keuangan. Namun, proses pembahasan formal di DPR masih belum dimulai.

ADVERTISEMENT

Purbaya juga belum dapat memastikan apakah kebijakan layer baru cukai rokok akan mulai diterapkan dalam waktu dekat. Ia hanya menekankan bahwa prosesnya memerlukan persetujuan DPR.

"Belum, kita tunggu persetujuan DPR," tuturnya.

Rencana tambahan layer baru tarif CHT dilakukan demi menekan peredaran rokok ilegal. Sebelumnya Purbaya menargetkan kebijakan tersebut sudah bisa dijalankan pada Juni tahun ini.

Purbaya berharap dengan adanya layer tambahan, produk-produk yang selama ini beredar ilegal bisa ditarik masuk ke dalam sistem cukai. Pemerintah juga akan bertindak tegas terhadap pelaku yang mencoba mengakali aturan.

"Karena kalau nggak, saya itu barang-barang juga masih banyak di sana. Jadi, kalau itu keluar, nanti mereka bisa masuk ke layer tersebut dan kalau ada yang main-main, saya tutup betulan. Serius itu ancamannya," sebut dia pada Senin (4/5/2026).

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads