Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penjualan mobil di dalam negeri yang masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga, Malaysia. Padahal dari segi jumlah penduduk, Indonesia jauh lebih unggul dibanding Negeri Jiran.
"Kita sama Malaysia penduduknya lima kali lipat. Tapi penjualan mobilnya sama sekitar 800.000 (unit). Kita sempat 1 juta, tapi turun, ya?" ujar Purbaya dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026).
Pelaku industri otomotif mengaku penjualan mobil sedikit seret karena iklim investasi yang tak mendukung. Kemudian, Purbaya membuka pintu bagi siapa saja yang menghadapi masalah untuk datang langsung kepadanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang karena iklim investasinya jelek. Oke, kalau gitu, Anda datang ke saya, komplain ke saya apa, nanti saya betulin," sebut Purbaya.
Namun, menurut Purbaya, turunnya angka penjualan mobil bukan karena persoalan itu saja. Dia menilai pertumbuhan ekonomi yang melambat di bawah 5% pada rentang 2015 hingga 2024 juga jadi biang keroknya.
Untuk itu, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki struktural ekonomi untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap produk otomotif seperti mobil dan motor.
"Jadi, itu yang kita perbaiki. Kalau ekonominya tumbuh cepat, uangnya makin banyak, demand juga makin banyak, orang yang bisa beli mobil makin banyak. Jadi, Anda dukung saya untuk itu. Jangan kebanyakan kritik Menteri Keuangan. Now we are supporting you, so please help me to support you," beber Purbaya.
Di hadapan pelaku industri otomotif, Purbaya memastikan pemerintah akan menciptakan permintaan masyarakat yang maksimal sehingga pengusaha dapat berbisnis di Indonesia dengan baik. Sebab, Purbaya ingin Indonesia menjadi basis produksi utama bagi produsen mobil di untuk selanjutnya diekspor ke kancah global.
Dia menekankan pemerintah berkomitmen penuh mendampingi industri ini melalui dukungan fiskal yang nyata, terprediksi, serta berorientasi pada masa depan kendaraan yang lebih bersih, cerdas, dan efisien. Namun, Purbaya memberikan penekanan bahwa seluruh proses produksi harus berpusat di dalam negeri.
"Industri otomotif dinilai mewakili masa depan untuk menciptakan kendaraan yang lebih bersih, lebih cerdas dan lebih efisien dan dibangun di Indonesia. Itu yang penting, dibangun di Indonesia. Selama Anda membangun Indonesia, pemerintah akan memberi support yang maksimum. Asal Anda bayar pajak ya, abis itu ya. Nanti nggak bayar pajak, pusing juga entar," beber Purbaya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, industri otomotif Indonesia sebenarnya pernah mencatat penjualan hingga satu juta unit per tahun. Sayangnya, angka tersebut belum mampu kembali diraih dalam beberapa tahun terakhir.
"Indonesia sendiri kan sudah pernah angkanya di 1 juta (unit penjualan) secara pasar atau market. Nah sekarang kan baru sekitar 780 (ribu) sampai dengan 800 (ribu)," kata Frans kepada wartawan di Jakarta belum lama ini, dikutip detikOto.
Lihat juga Video: Disubsidi Rp 70 Juta, Seberapa Laku Mobil Listrik?
(rea/hal)









































