Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Des 2017 11:45 WIB

Jokowi Punya 245 Proyek Strategis, Begini Progresnya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memiliki 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017. Sebanyak 245 PSN ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 4.417 triliun yang mencakup 15 sektor infrastruktur dan 2 program, yaitu program ketenagalistrikan dan satu program industri pesawat terbang.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo mengatakan, hingga akhir November 2017, sudah ada sejumlah proyek yang berhasil diselesaikan konstruksinya sebagai hasil capaian pembangunan yang masuk dalam daftar PSN.

Sebanyak 4 proyek infrastruktur tercatat telah selesai, 147 proyek dalam tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek sedang dalam tahap penyiapan.

"Ada 4 yang sudah selesai. 147 masih konstruksi, 9 transaksi dan 87 dalam penyiapan," kata Wahyu pada acara Seminar Nasional di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Sedangkan untuk program ketenagalistirkan 35.000 MW, tercatat baru 3% atau 948 MW yang telah beroperasi, 42% (15.126 MW) telah memasuki tahap konstruksi, 38% (13.673 MW) telah menandatangani Power Purchase Agreement, 11% (3.763 MW) dalam proses pengadaan, dan 6% (2.328 MW) masih dalam tahap perencanaan.

Jika dibagi secara sektoral. proyek-proyek di dalam daftar PSN yang telah memasuki tahap konstruksi hingga November 2017, mencakup 37 proyek di sektor jalan dengan total nilai Rp 195 triliun. Lalu 32 proyek di sektor bendungan dengan total nilai investasi Rp 25 triliun, dan 9 proyek di sektor kereta api dengan total nilai investasi Rp 199 triliun.

Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencapai pemerataan ekonomi baik secara regional maupun secara nasional. Dalam mencapai target tersebut, pemerintah telah menetapkan RPJMN 2015-2019 untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Pembangunan infrastruktur yang tercantum dalam RPJMN 2015 -2019 menargetkan tercapainya penurunan biaya Iogistik dari 23,5% ke 19%. Hal ini dilakukan melalui pembangunan 2.650 km jalan, pembangunan 3.258 km jalur kereta api, pengembangan 24 pelabuhan, pembangunan 15 bandara baru serta ketahanan energi melalui penyediaan 35.000 MW listrik, pembangunan kilang minyak baru, dan penyediaan layanan broadband di seluruh penjuru Indonesia. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com