Follow detikFinance
Selasa, 02 Jan 2018 15:00 WIB

Banyak Insiden di Proyek Tol Jokowi, karena Dikebut?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Satu lagi proyek jalan tol yang mengalami kecelakaan konstruksi, yakni tol Depok-Antasari (Desari) yang lokasinya berada di dekat pertigaan Antasari-TB Simatupang. Ambruknya girder beton dari tol yang masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini setidaknya menambah daftar kecelakaan kerja konstruksi tol dalam setahun ke belakang menjadi 4 kejadian.

Lantas, apa penyebab kejadian ini bisa terjadi berulang kali dalam waktu berdekatan?

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mengaku belum bisa memberi tahu pasti penyebab kecelakaan yang terjadi. Dia bilang pihaknya masih mengidentifikasi secara detail, apa sebenarnya penyebab kecelakaan konstruksi untuk tol Desari. Namun dia bilang, penyebab kecelakaan kerja pada tiap jalan tol berbeda-beda.

Video Detik: Girder Tol Depok-Antasari Roboh Hantam Mobil di Bawahnya

[Gambas:Video 20detik]



"Kalau yang kemarin-kemarin, kan pada saat erection (pemasangan girder). Artinya kalau ditanya seharusnya, seharusnya ini tidak terjadi. Kalau yang Desari kan dia sudah terpasang. Kemudian oleng, lalu menyebabkan menyenggol yang lainnya sehingga jatuh karena pengikatnya belum terpasang. Tapi ini lagi dilihat di lapangan oleh tim," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Dia bilang, kejadian kecelakaan seperti ini seharusnya tidak terjadi jika semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Namun dia enggan untuk memastikan bahwa terjadi pelanggaran SOP di lapangan.

"Harusnya tidak terjadi. Tapi penyebabnya lagi dicari di lapangan," tambahnya.


Herry juga membantah bahwa kecelakaan konstruksi terjadi lantaran dilakukannya percepatan untuk mengejar target pengoperasian. Tol Desari sendiri merupakan salah satu tol yang kerap molor jadwal pengoperasiannya dari target yang telah ditentukan.

"Tidak begitu mestinya (karena dikebut). Semua harus dilakukan sesuai SOP yang sudah ditetapkan," tutur Herry.

"Ini memang sudah mundur (pengoperasiannya), harusnya di pertengahan tahun ini sudah selesai. Artinya kita proyeksikan semester pertama tahun ini sudah selesai. Tapi tetap, bahwa bukan ini kerja cepat-cepatan. Bukan seperti itu juga harusnya. Nanti kita cek di lapangan penyebab sebenarnya," tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya juga terjadi kecelakaan konstruksi dalam proyek Tol Pemalang-Batang. Sebuah beton girder dari tol yang juga masuk dalam PSN ini ambruk ketika sedang dipasang. Kejadian tersebut bahkan baru saja terjadi pada Sabtu, 30 Desember 2017 lalu.

Lalu ada pula kejadian ambruknya crane proyek pembangunan tol layang Bogor Out Ring Road (BORR) di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor jatuh ke jalan raya. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun crane setinggi 8 meter tersebut nyaris menimpa mobil dan motor yang tengah melintas.

Kejadian lainnya adalah ambruknya girder flyover proyek tol Pasuruan-Probolinggo. Kecelakaan ini bahkan menelan satu orang korban tewas. (eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed