Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 03 Mar 2018 10:33 WIB

Jokowi Bangun Jalan Perbatasan Papua, Tembus 890 Km

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. PUPR Foto: Dok. PUPR
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggenjot pembangunan jalan di tiga wilayah perbatasan, yakni di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua. Salah satu yang paling panjang jalan perbatasannya ada di Provinsi Papua.

Konsep pembangunan jalan paralel perbatasan Papua dibagi menjadi tiga bagian atau segmen, dengan memperhatikan aspek keamanan, kesejahteraan dan kelestarian lingkungan.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, seperti dikutip Sabtu (3/3/2018), hingga akhir 2017 dari total panjang jalan perbatasan 1.098,24 km, total jalan yang sudah tembus atau terbuka mencapai 890,6 km, di mana 6,3 km jalan baru dibangun sepanjang 2017 lalu.


Sisanya 207,64 km lagi belum terbuka. Adapun kondisi jalan per akhir 2017, yang sudah aspal panjangnya mencapai 746,39 km, sedangkan yang non aspal atau tanah 144,2 km. Sisanya, kondisinya masih tertutup oleh hutan yakni sepanjang 207,6 km lagi.

Di 2018 direncanakan bakal ada 18,12 km jalan baru yang akan dibuka, sehingga total jalan perbatasan yang sudah tembus adalah 908,72 km dan yang belum tembus menjadi 189,52 km.


Secara garis besar, pembangunan jalan lintas perbatasan di Provinsi Papua dibagi dalam tiga segmen. Segmen pertama adalah dengan ruas jalan dengan rute Jayapura-Arso-Waris-Yetti sepanjang 128,18 km. Posisi hingga akhir 2017, seluruh panjang jalan pada segmen ini konstruksinya sudah beraspal.

Segmen kedua adalah rute Yetti-Ubrub-Oksibil sepanjang 301,74 km. Posisi hingga akhir 2017, 54,78 km pada segmen ini sudah teraspal dan 43,02 km dengan konstruksi masih berupa agregat tanah, sedangkan sisanya 203,94 km masih belum tembus.


Segmen ketiga adalah rute Oksibil-Tanah Merah-Muting-Merauke sepanjang 668,72 km. Posisi hingga akhir 2017, 561,09 km telah beraspal dan sisanya 107,23 km masih berupa jalan agregat atau tanah.

Pembangunan jalan perbatasan merupakan amanat Nawa Cita dan arah kebijakan RPJMN 2015-2019, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan Republik Indonesia. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed